OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24


3 Comments

[Ficlet] Can’t to Say Goodbye

cant-to-say-goodbye--vxiebell-yuta-nakamoto-nct-nct127-smrookies-omg-oh-my-girl-arin-choi-yewon-ff-romance-sad-ffnct-ffomg-poster-channel-irish

NCT’s Yuta and OMG’s Arin | Sad | G | Ficlet
IRISH@PosterChannel | Vxiebell,2016

 

Kurasa, aku telah dibutakan oleh cinta. Sebab, hingga detik ini aku tak dapat berpaling dari wajah seorang pemuda yang duduk bersender dinding di sisi lain ruangan ini. Meski banyak manusia yang berseliweran di dalam ruangan seluas ini, dwimanik hazelku hanya berminat memperhatikan satu orang yang jelas-jelas tak begitu mengindahkan kehadiranku.

 

Kuluruskan kakiku sambil bersender di dinding. Resleting tas biru yang kupangku, tertarik membuka. Di dalam tas itu, selain ada baju ganti, terdapat sebuah kotak lumayan besar yang sudah kusiapkan kemarin. Hari ini, aku sudah membulatkan tekad untuk menyatakan perasaanku pada sosok itu.

 

Sebenarnya niat awal mengikuti kegiatan ini, karena aku harus memperbanyak olahraga, makanya kupilih taekwondo untuk ekstrakurikuler. Namun, semenjak kenal dengan dia, niat itu berubah. Aku hanya ingin sering bertemu dengannya, memperhatikannya, mengobrol dengannya, semua bersamanya.

 

Perasaanku selama dua tahun tak berubah sama sekali. Bisa dibilang, aku sangat mengaguminya. Bahkan aku tak dapat berkedip ketika memerhatikannya, karena aku takut kehilangan jejaknya. Aku senang dan bahagia, namun perasaanku berubah sejak tiga hari yang lalu. Aku takut, gelisah, dan khawatir.

 

“Untuk pertemuan selanjutnya, pastikan kalian datang latihan. Sebab, hari itu akan menjadi yang terakhir kalinya aku bergabung dengan kalian.”

 

Ucapan Kak Yuta tempo hari kembali terngiang di kepalaku. Membuatku merasa kecewa setengah mati. Kenapa pula dia harus berhenti mengajar? Padahal, setahun lalu ketika Kak Yuta juga mengucapkan salam perpisahan, hatiku dibuat remuk dan hancur sampai tak bisa tidur dua hari. Aku tahu, saat itu dia harus berhenti sementara karena akan menghadapi ujian kelulusan, aku masih bisa maklum. Tapi sekarang harus lagi? Aku sungguh tak rela. Walaupun Kak Yuta keluar untuk meraih cita-citanya, melanjutkan ke perguruan tinggi di luar negeri, tetap saja aku tak rela dia harus meninggalkanku.

 

“Kak, pamit dulu, ya.”

 

“Jangan lupa sama kita, lho.”

 

Suara riuh yang terlontar dari bibir orang-orang, yang saling menyahuti, yang saling merengek tak menginginkan Kak Yuta pergi terurai udara, menghantarkan ke dwirunguku. Hatiku kembali ngilu. Kuembuskan napas pasrah sembari berdoa dalam hati, semoga Kak Yuta tak pernah melupakanku.

 

“Rin, nggak pulang?” suara yang sangat familiar itu membuat kepalaku yang sedari tadi tertunduk, perlahan menengadah. Dapat kulihat wajah Kak Yuta di tengah silaunya cahaya lampu.

 

Aku menghela napas. Aku mohon, jangan jadikan hari ini hari terakhir pertemuan kami.

 

Raga pemuda yang dua tahun lebih tua dariku itu mulai mensejajariku. Ia berjongkok tepat di depanku. Melihatku dengan tatapan tulus seorang kakak.

 

“Anak-anak udah pada pulang, kamu nggak pulang?” ulang Kak Yuta.

 

“Kakak nggak pulang?”

 

“Tugas pelatih itu bertanggung jawab atas murid-muridnya. Kalau kamu belum pulang, gimana aku bisa pulang?”

 

Aku hanya menatap wajah Kak Yuta tanpa berkedip selama sepersekian detik sebelum ia memilih duduk di sebelahku.

 

“Sedari tadi aku perhatiin kamu banyak ngelamun. Kenapa? Diputusin pacar kah? Padahal biasanya kan kamu yang paling heboh.”

 

Hening sekian detik. Aku memilih menundukkan kepala sambil memeluk lutut. Sedangkan Kak Yuta diam menunggu jawabanku—mungkin.

 

Ini bukan karena diputusin pacar, Kak, tapi karena Kakak.

 

“Emangnya Kak Yuta harus pergi, ya?”

 

“Hm?” Kak Yuta menolehkan kepala menatapku.

 

“Kakak harus banget pergi, ya?” ulangku seraya mengangkat kepala dan menatap wajah teduh pemuda itu.

 

“Ini kesempatan besar, Dek.  Beasiswa ke Amerika itu nggak gampang. Aku udah berusaha keras untuk mendapatkannya. Jadi, ya… aku harus pergi.”

 

Wajahku kembali murung. “Oh, gitu,” balasku tanpa semangat. Lantas beranjak berdiri yang diikuti Kak Yuta. Kami saling berhadapan. Saling berpandangan.

 

“Kalau gitu, aku cuma bisa berdoa buat kebaikan Kakak. Semoga Kak Yuta baik-baik aja di sana, dapet kebahagiaan yang lebih banyak daripada di sini.” Bibirku membentuk kurva ke atas.

 

“Kamu tu kenapa sih? Kayak kita nggak akan pernah ketemu lagi aja.” Kak Yuta berujar diselingi tawanya. “Tenang aja, pasti kita bakalan ketemu lagi kok.”

 

“Tapi masih lama banget kan, Kak?”

 

Em.. setiap liburan musim dingin mungkin aku pulang.”

 

“Setahun sekali?”

 

Kak Yuta mengangguk ragu-ragu. “Iya-lah.”

 

Kuputuskan membuka resleting tas dan mengeluarkan kotak kado yang sudah kusiapkan. Sebelumnya, aku menghela napas, mengatur emosi. Lantas menyerahkan kotak itu pada Kak Yuta.

 

“Buat Kak Yuta. Mungkin, akan sulit buatku ngelupain masa-masa bareng Kakak dan kuharap Kak Yuta juga gitu.”

 

“Serius, Rin. Ini tu kayak perpisahan yang nggak akan bisa bertemu lagi, tau,” ujar Kak Yuta seraya menerima kotak itu.

 

“Selama ini, sejak pertama kali aku ngirim pesan ke Kakak.. aku rasa sejak itu, aku jatuh hati sama Kak Yuta. Aku.. nggak mau Kak Yuta pergi. Bahkan untuk sedetikpun, aku merasa hari-hari berjalan amat lambat tanpa kehadiran Kakak. Aku… suka—bukan, maksudku.. mungkin aku cinta sama Kakak.”

 

Kulihat ekspresi Kak Yuta yang agak terkejut, ia tertegun. Begitu kentara di garis-garis wajahnya. Setelah mengungkapkan semuanya, aku merasa sedikit lega, namun juga takut. Takut jikalau setelah ini, Kak Yuta tak akan nyaman bersamaku. Berakhir dengan kita yang akan menjadi saling berjauhan, seolah tak saling mengenal.

 

“Karena hari ini adalah hari terakhir, aku harap Kak Yuta mau maafin semua kesalahanku selama ini. Aku cuma mau Kak Yuta melihatku, memperhatikanku.. makanya aku sering caper sama Kakak, sering cari muka. Aku tahu, selama itu Kak Yuta nahan diri kan? Pasti Kakak risih banget kan?”

 

“—tapi, mulai besok, aku udah nggak bisa cari perhatian sama Kak Yuta lagi. Baik-baik di Amerika, ya, Kak.”

 

Kak Yuta masih mematung tanpa berkedip sampai ucapanku selesai. Aku pun membalikkan tubuh dan segera melangkah menjauhinya. Menjauhi orang yang kucintai. Memilih merelakannya pergi daripada menahannya di sisiku.

 

 

Yuta menatap lurus punggung Arin yang kian menjauh. Membisikkan kalimat yang tak akan pernah tersampaikan pada rungu gadis bersurai cokelat itu.

 

“Rin, maaf karena selama ini aku hanya diam walaupun menyadari perasaanmu. Membiarkanmu terjebak dan menderita karena mencintaiku.”

 

“Aku merasa menjadi seorang pengecut karena aku tak sanggup mengatakan padamu siapa orang yang kucintai..”

.

.

.

.

“—yaitu, kamu.”

 

 

—FIN

Advertisements


Leave a comment

[Ficlet] The Sea

Gif belongs to
©Pinkocean.co

THE SEA

by Atatakai-chan

.

starring
OMG Hyojung
and
B1A4 Baro

|| AUFantasyRomance — Ficlet — General ||

.

Disclaimer:
I own nothing except the plot/storyline.
Inspired by a popular Cornish folk: Mermaid of Zennor

=====================

“You’re like a sweet fantasy that came with the white sunlight
You’re my dream, though we’re at different places.”

====================

Continue reading


3 Comments

[Ficlet] Lho?

“KIM SEOKJIN!” Panggil sang dara dengan wajah tertekuk dan pipi yang menggembung sempurna. Pose-pose adik perempuan yang sedang ngambek. Seakan bodo amat dengan fakta bahwa panggilan yang baru saja ia udarakan tadi tidak mengandung sufiks kesantunan sama sekali.

Lantas, si sulung yang tadi baru saja menimbulkan suara grasak grusuk di dapur menghampiri sang adik dengan cepat, “ada apa, Mihyun-a? Bukannya kau tadi memintaku untuk membuatkan coklat hangat?”

Gadis yang dipanggil Mihyun itu mendelik; menatap kakaknya dengan tajam seolah pemuda tersebut baru saja membunuh hamster bogel peliharaannya.

“Dasar nggak perhatian! Apa kakak mau membunuhku?! AC di ruangan ini mati!”

“…lho?”

Nampaknya, kalimat barusan telah berhasil meninggalkan Kim Seokjin tercengang dengan apron ungu yang masih melekat di badan.


nuteiia presents,

Lho?

starring oh my girl’s kim mihyun and bangtan sonyeondan’s seokjinalso supported by oh my girl’s kim jiho

in family / slight comedy

as ficlet

rated General

disclaims the casts and the picture as mine.

.  .  .  .  .


Continue reading


Leave a comment

[Ficlet] Whatcha Doin’ Today?



Whatcha Doin’ Today?


By Fanita


Main Cast : Seventeen’s Jeonghan & Oh My Girl’s Hyojung


Genre : Fluff – Friendship || Type : Ficlet || Rating : PG-15


“Hyojung sedang berulang tahun dan menginginkan sesuatu di hari kelahirannya,  maka dari itu Hyojung menghampiri rumah sahabatnya, Jeonghan dan mengatakan apa keinginannya itu”



..
.
.. Continue reading

Advertisements