OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

Classmate [Chapter 3]

2 Comments

picsart_10-22-01.39.51.png

Classmate

By Fanita

Main Cast : Oh My Girl Arin & NCT Mark

Casts : Gugudan/IOI Mina & Romeo Kangmin

Genre : School Life, Friendship, Fluff, Romance || Type : Chaptered || Rating : PG-15

Arin sudah berdiri di halte bus bersama orang lain yang bersiap ke sekolah dan juga pergi ke kantor. Ini yang Arin benci, menunggu namun tak ada tempat duduk. Pagi-pagi dia harus berlari ke halte bus yang berjarak 300 meter dari rumahnya karena takut ketinggalan bus padahal busnya saja belum tiba.

“Choi Arin?”

Mendengar namanya dipanggil Arin langsung menoleh. Alangkah terkejutnya Arin saat tahu yang memanggilnya barusan adalah Lee Mark?

“Ma..mark?” Panggil Arin.

“Wah kebetulan ya kita bertemu. Gak diantar?” Tanya Mark.

“Ani, ayahku berangkat duluan..” jawab Arin kikuk.

Arin teringat dengan apel yang dia bawa. Sagwan. Dia harus memberikan sagwan (apel) untuk mendapatkan sagwan (maaf) dari Lee Mark. Baru saja Arin hendak membuka mulutnya untuk meminta maaf, bus yang akan membawa mereka ke sekolah sudah tiba.

“Arin ayo!” Ajak Mark.

“A..ah ne..”

.

Mark masuk terlebih dahulu lalu memilih tempat duduk untuk dua orang yang tersisa di dalam bus. Arin setelah menempelkan kartunya melihat ke segala arah yang mana tidak ada bangku lagi tersisa. Ih! Ini yang bikin Arin bete naik angkutan umum.

“Choi Arin di sini!” Seru Mark.

Arin melihat Mark melambaikan tangannya kepadanya dan juga menepuk tempat duduk di sebelahnya. Mau tak mau Arin beranjak ke tempat itu dan duduk di sebelahnya Mark.

“Gomawo..” ucap Arin.

“Bukan masalah, Arin..” jawab Mark ramah.

.

Arin sesekali melirik Mark yang fokus melihat ke jalan raya. Ia harus memberikan apel itu sekarang. Ya, Arin harus melakukannya! Tangan Arin pun menyentuh pundak Mark dan memanggil namanya.

“Mark..” panggil Arin.

“Waeyo?” Tanyanya.

Gadis bermarga Choi itu membuka tasnya lalu memberikan apel merah segar kepada Lee Mark.

“Eh? Kenapa?” Heran Mark.

“Pe..permintaan maaf” jawab Arin.

Mark mengambil apel itu lalu melihatnya. Ia tersenyum tipis kemudian memakan buah apel tersebut di hadapan Arin.

“Gomawo..” ucap Mark.

Arin yang malu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Mark yang melihat tingkah laku Arin saat ini hanya bisa mengulum senyumnya.

.

Arin duduk bersama sang teman, Kangmin dan Kang Mina di taman sekolah mereka. Ujian memang telah selesai tapi ketiga teman ini frustasi memikirkan hasilnya. Maklum, otak mereka pas-pasan jadi hasil ujian yang akan mereka terima lebih membebani dibandingkan ujiannya sendiri.

“Hiks gimana kalau kita dapat ranking akhiran lagi?” Tanya Arin.

“Molla tapi sih aku tenang aja” celetuk Mina,

“Tenang? Wae?” Tanya Arin dan Kangmin serentak.

“Karena mau gimanapun hasil ujianku bakalan lebih tinggi daripada kalian hahaha jadi ibuku tidak mempersalahkannya” ledek Mina.

“Kurang ajar!!” Geram Arin.

“Mwoya… menyebalkan sekali” omel Kangmin.

“Hahahaha..”

Melihat Mina tertawa membuat Arin tambah dongkol. Iya memang, di antara mereka bertiga Mina lah yang terpintar walaupun sebenarnya bintang di antara buntang sih.

“Aku mau beli minuman kaleng dulu!” Pamit Arin.

“Eh nitip jeruk dong?” seru Kangmin.

“Ogah!”

Arin langsung pergi meninggalkan temannya. Hah.. kerongkongannya sangat kering saat ini jadi dia butuh minumam segar yang bisa menghilangkan dahaganya.

.

“Mwoya… kenapa gak keluar?” Arin sudah memasukan uang logamnya dan juga memilih minuman yang mau dia beli, tapi sial minuman kaleng itu tak kunjung keluar. Karena jengkel Choi Arin menendang mesin minuman tersebut dan hasilnya sama saja, nihil, minuman Arin tidak keluar dari mesin tersebut.

“Kau belum menekan tombol ini Choi Arin..”

Klek. Pemilik suara itu menekan push button. Arin melirik ke orang tersebut dan ia terkejut karena pemilik suara itu adalah Lee Mark!

“Ma..mark..”

“Sudah keluar minumanmu..” tegur Mark,

Arin yang masih linglung mengambil minumannya di tempat keluarnya barang. Setelah itu Arin masih berdiri di sana sambil memperhatikan Mark yang ternyata juga tengah melihatnya!

“Arin?” Panggil Mark.

“Y..ya?” Sahut Arin.

“Bisa geser? Aku mau beli minuman juga.”

“Eh? Ma..maaf..”

Arin melangkah mundur ke belakang agar Lee Mark bisa membeli minuman dari mesin tersebut. Ia jadi kikuk dan bingung harus bagaimana. Semenjak insiden ujian matematika itu setiap kali Arin melihat Mark ada perasaan yang meletup-letup di hatinya. Apa Arin masih segan karena dia membuat the perfect Mark dihukum karenanya? Ah, entahlah, Arin tak tahu jawabannya.

“Arin kau masih berdiri di situ?” Tanya Mark yang sudah selesai membeli minumannya.

“Eh? Iya.. Mark apa kau mau ke kelas?” Tanya balik Arin.

Mark menggelengkan kepalanya, “Aku mau ke perpustakaan. Apa kau mau ikut denganku?”

“Ikut.. denganmu?”

.

Di sinilah Choi Arin sekarang. Dia berada di perpustakaan bersama dengan si ranking 1, Lee Mark! Entah malaikat apa yang membawa Arin ke tempat ini. Jujur saja ini pertama kalinya Arin mengunjungi perpustakaan. Dia tak menyangka perpustakaan sekolahannya begitu luas, ia pikir kecil seperti ruang kelas.

“Arin kau tidak mau membaca buku?” Tanya Mark yang menyadari kalau Arin hanya terbengong di tempat duduknya.

“Membaca buku? Eii aku tidak suka membaca..” kekeh Arin.

“Membacakan gudangnya ilmu. Kau harus membiasakan diri untuk membaca Arin..”

“Baca komik? Aku suka kok..”

Mark menggelengkan kepalanya. Buku yang dia maksud bukan komik atau novel tapi buku ilmu pengetahuan agar wawasan mereka semakin luas.

“Bukan Arin.. Coba baca buku ini..”

Mark mendorong buku yang dia baca kepada Choi Arin. Gadis itu melihat buku bersampul kuning dengan judul The Sixth Extinction An Unnatural History penuh kebingungan.

“Buku apa ini Mark? Tebal sekali..” gerutu Arin.

“Buku ini bisa membuat kita sadar kalau kita bisa memperbaiki bumi. Buku seperti ini layak dibaca..”

“Hoammm pasti membosankan..”

Lee tersenyum kecil. Arin menguap dihadapannya tapi tidak merasa jaim atau apapun seperti yang dilakukan gadis lainnya.

“Baca dulu deh..”

Arin mengerucutkan bibirnya, “Baiklah..”

.

Ketua Kelas : Hong saem tidak masuk! Hong saem tidak masuk!

Sohyun : Good

Yoojung : Yay!

Minhyuk : Lanjut futsal!!

Naeun : Assaㅠㅠ

Chan : Ikut futsal! Tunggguuu!!!

Mark membaca pesan di grup chat kelas mereka. Guru Hong alias guru mata pelajaran fisika tidak hadir hari ini. Itu artinya dia akan memiliki banyak waktu luang di perpustakaan untuk membaca buku.

.

Mark melirik ke depan. Gadis itu tertidur dengan mulut terbuka dan buku dijadikan bantal olehnya. Ya, gadis itu adalah Choi Arin. Mark berusaha keras menahan tawanya tapi ada daya saat ini Arin terlihat begitu menggemaskan.

“Haha…hahaha..” tawa Mark.

Dia menutup mulutnya untuk menghentikan tawanya. Setelah Mark bisa mengontrol dirinya dia berdiri lalu membuka almamater yang dia pakai. Mark berjalan ke tempat Arin dan menutupi kepala Arin dengan almamaternya.

“Aku tidak tahu kalau kau begitu menggemaskan Choi Arin..” gumam Mark.

.tbc

Haiii maaf ya update nya lama..
Aku sudah mulai kuliah dan kadang gak ngefeel untuk lanjutin ff :((
Yang baca mohon vomment nya dong biar aku semangat ngelanjutin ff ini.

Advertisements

2 thoughts on “Classmate [Chapter 3]

  1. lanjut lagi pleaseeee:(( aku baper sama cerita iniii ><》

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: