OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet] Broken

Leave a comment

brokencov

by Purplepirates

YooA | Bobby

Angst, Sad, Romance Ficlet PG-13

.

“Dia siapa?”

“Dia? Dia kekasihku.”


“Dia siapa?”

Orang bilang Yooa punya kesabaran yang cukup panjang karena bisa berpacaran dengan Bobby Kim. Tidak perlu ditanya alasannya, karena memang sudah jelas. Yooa masih bisa bertahan dengan Bobby, si playboy kelas berat yang tiap hari bisa bergonta-ganti pacar.

Seolah Yooa sudah terbiasa melihat Bobby bergandengan tangan dengan perempuan lain di depan umum. Apalagi memergoki Bobby bertukar pesan mesra dengan gadis lain yang Yooa tidak tahu siapa.

Ini menyebalkan memang, tapi orang bilang cinta itu buta. Kendati Yooa seringkali patah hati, toh pada akhirnya ia akan berakhir memaafkan Bobby. Tidak peduli seberat apapun kesalahan Bobby.

“Dia? Dia kekasihku.” jawab Bobby santai. Nada bicaranya mengatakan kalau ia tak tahu dimana letak kesalahannya. Seolah mengetik pesan dengan banyak hati pada gadis lain ketika kekasih aslinya berada di hadapannya adalah hal yang lumrah.

Yooa mengerjapkan matanya. Merasa bingung dengan pernyataan Bobby tersebut. Kalau gadis yang ada disana adalah kekasih Bobby, lalu dirinya ini apa? Semacam teman minum kopi yang kesekian, kah?

“Lalu aku?” tanya Yooa dengan pelan.

Bobby terkekeh geli sebelum menjawab. “Kau juga kekasihku, tentu saja.” Katanya.

“Kau bercanda?” Yooa tertawa kering. Penuh kesesakan.

“Apa aku terlihat sedang bercanda?” tanya Bobby dengan senyum miring. Terlihat jelas kalau ia menganggap Yooa bodoh karena pertanyaan yang keluar dari mulut gadis itu.

Sedih? Tidak. Itu masih agak kurang tepat. Kecewa? Iya.

Yooa kecewa dengan apa yang Bobby katakan. Pemuda itu bicara dengan mudahnya seakan Yooa bukanlah apa-apa dimatanya. Seolah-olah Yooa bukanlah siapa-siapa dalam hidupnya.

Oh, memang apa yang bisa Yooa harapkan dari cassanova kelas berat seperti Bobby? Jadi satu-satunya wanita dalam hidupnya? Ha. Mindset semacam itu tak akan berguna ketika kau mendedikasikan segala yang kau miliki untuk Bobby Kim. Kau memberinya segalanya dan balasan lelaki itu hanyalah sakit hati yang berkepanjangan.

Tapi, meski sudah tahu begitu kenapa Yooa masih bertahan? Kenapa gadis itu masih percaya kalau suatu saat Bobby akan berubah, berbalik mencintainya sebesar Yooa mencintai Bobby?

“Kalau kau tidak suka, pergilah.” Bobby berujar lagi. Menunjuk pintu keluar cafe dengan dagunya, jelas-jelas mengusir Yooa.

“Bukankah seharusnya kau meminta maaf disaat seperti ini?” Yooa bertanya. Berharap kali ini Bobby mengerti dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

“Asal kau tahu saja,” Bobby mendengus keras-keras, “Aku tidak pernah mengatakan maaf sekalipun selama aku menghirup udara di dunia.”

“Serius?” gigi Yooa bergemelatuk selagi ia berbicara. Wajah cantiknya berubah jadi semerah kue red velvet yang ia pesan. Ia bisa meledak kapan saja beberapa menit kedepan.

Tidak ada jawaban.

“Kau…” setelah hening yang cukup lama, akhirnya Yooa kembali bersuara. “Kau benar-benar tidak mencintaiku, huh?”

Yooa menghitung semenit dalam hatinya. Jika Bobby tidak menjawab dalam waktu tersebut, hubungan ini resmi berakhir. Yooa tidak peduli lagi. Secinta-cintanya Yooa pada Bobby, ini sudah keterlaluan. Bobby sudah kelewatan dan menurut Yooa, hubungan ini sudah seharusnya berakhir. Tidak ada yang bisa dipertahankan selain perasaan Yooa pada Bobby yang hingga kini masih belum habis.

Lima, empat, tiga, dua, sa-

“Maaf, sejak dulu-“

-Byur

Semua perasaan Yooa tumpah keluar bersamaan dengan air yang Yooa siram begitu saja ke wajah Bobby. Perasaan tersakitinya, kekecewaannya, cintanya, semuanya. Tertuang dalam air mata yang mengalir, membelah pipi Yooa dengan mudahnya.

Demi Tuhan, Yooa muak dengan semua ini.

Bahkan ketika Yooa tahu Bobby tidak mencintai Yooa, gadis itu masih mencintai Bobby. Ketika lelaki itu dengan frontal menunjukkan keinginannya untuk mengakhiri hubungan sepihak ini Yooa masih mencintainya. Bahkan ketika Bobby menyakitinya, Yooa masih mencintai Bobby dengan sepenuh hati.

“Sialan.” Gumam Yooa, tangannya bergerak menaruh gelas di atas meja. Kemudian beralih ke tangan kirinya. “Bajingan kau, Bobby Kim.”

Setelahnya Yooa bergerak cepat. Melepaskan cincin dari jari manisnya. Melemparkannya pada Bobby. Lalu bergegas meninggalkan Bobby disana seorang diri. Keluar dari cafe dan menyetop taksi. Tak lagi menengok ke belakang karena dirinya sudah tahu dan yakin betul kalau Bobby tidak akan mengejarnya.

Semuanya berakhir begitu saja. Hubungannya, perasaannya, cintanya. Pertunangannya dengan Bobby sudah hancur berantakan.

— fin

Advertisements

Author: Purplepirates

EXO-L and Carat.

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: