OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

Classmate [Chapter 1]

3 Comments

Classmate

By Fanita

Main Cast : Oh My Girl Arin & NCT Mark

Casts : Gugudan/IOI Mina & Romeo Kangmin

Genre : School Life, Friendship, Fluff, Romance || Type : Chaptered || Rating : PG-15


Suasana kelas 2-1 begitu sunyi dan tenang. Terhitung hari ini ujian tengah semester sedang dilaksanakan. Pada detik ini kelas 2-1 telah dijadwalkan untuk mengikuti ujian matematika.

.

Semua orang dengan tenangnya mengisi lembar jawab mereka. Sesekali ada yang menggaruk kepala karena bingung jawaban yang mereka tidak ada di option yang tertera. Namun ada juga seorang gadis yang memiliki kekhawatirannya tersendiri. Penanya mendadak macet sehingga ia menatap cemas wajah Pak Shin yang tengah mengamati jalannya ujian ini. Choi Arin, nama gadis itu.

.

Arin tidak menduga kalau pena pink bermainan dadu kecil kesayangannya akan macet di saat yang tidak tepat. Karena dia mempercayakan pena itu Arin tidak membawa kotak pensilnya karena ia memilih untuk meletakannya di dalam tas yang dikumpulkan di depan kelas. Arin meneguk salivanya. Bagaimana ini? Pak Shin tidak pernah memperbolehkan siswa-siswi untuk permisi ataupun berbicara disaat ujian. Tangan Arin mengepal kuat bahkan sudah berkeringat dingin. Oh, tamat riwayatnya!

.

Pandangan mata Arin kini tertuju pada seseorang yang ada di sebelah kanannya. Seorang lelaki yang merupakan siswi teladan itu tidak memiliki kesulitan saat mengerjakan ujiannya. Tapi Arin tak peduli tentang itu karena fokusnya saat ini hanyalah pena milik Mark yang bertaburan di atas mejanya. Mark Lee, nama siswa teladan itu.

“Mark-ssi..” bisik Arin.

Suaranya sangat kecil sehingga Mark tidak bisa mendengarnya. Arin tak pantang menyerah lalu memanggil lagi namanya.

“Mark-ssi..” panggil Arin kembali.

Akhirnya Mark mendengar panggilannya. Ia tak menjawab namun memandang Arin dengan tatapan penuh tanda tanya.

“Pinjam pena!” ucapnya berbisik.

Mark menunjukan sebuah pena kepada Arin, gadis itu mengangguk penuh semangat. Arin memperhatikan situasi dan kondisi agar Pak Shin tidak menyadari perbuatannya,  setelah merasa aman Arin mengulurkan tangannya kepada Mark dan…

“Choi Arin apa yang kau lakukan??”

Ttang! Pena yang mau Mark berikan kepada Arin terjatuh. Wajahnya panik mengikuti Arin yang juga kalang kabut.

“Kau mau menyontek?!”

Pak Shin kini berjalan ke tempat duduk Arin. Gadis itu menundukkan kepalanya karena ketakutan. Oh ayolah, Pak Shin si guru matematika ini sudah terkenal menjadi tukang siksa murid. Ia tak pandang bulu siapapun yang melanggar aturannya akan diberi hukuman.

“Kau mau menyontek Mark, Choi Arin-ssi?” Tanya Pak Shin lagi.

Kali Arin bergetar. Sebisa mungkin ia menahan tangisnya yang seketika bisa saja meledak kapanpun yang dia inginkan. Pak Shin menuduhnya menyontek padahal yang terjadi bukanlah seperti itu.

“Tidak pak, aku-“

“Apalagi yang dilakukan anak yang selalu menjadi peringkat akhir dalam pelajaranku untuk memperbaiki nilainya? Kau menargetkan Mark karena dia pintar bukan?” Tuduh pak Shin.

Arin mengangkat kepalanya. Dia tidak terima dituduh seperti itu oleh gurunya sendiri. Arin boleh saja bodoh apalagi dalam pelajaran matematika tapi tidak pernah sekalipun dia menyontek hasil kerja orang lain!

“Jangan menuduhku seperti itu saem!” Kata Arin yang emosi.

“Kau mau melawan Choi Arin-ssi? Keluar!”

Semua mata memandang ke arah Arin. Kalau Arin sampai keluar dari ujian itu artinya nilai matematikanya dalam UAS akan kosong. Tapi kau bagaimana lagi semuanya sudah terjadi. Arin mendorong kursinya ke belakang lalu pergi meninggalkan kelas.

.

“Mark-ssi!” Mendengar namanya dipanggil Mark yang sejak tadi tercenggang akibat Pak Shin memarahi Arin tersentak kaget. Ia berusaha menjawab panggilan Park Shin dengan suara bergetar.

“Y-ya saem?”

“Jangan ulangi lagi!” Katanya.

Mark meneguk salivanya lalu menjawab, “Ya saem..”

“Sekarang keluar! Bagaimanapun kau telah melanggar aturanku selama ujian Lee Mark!”

Mark tersenyum kecut lalu pergi meninggalkan kelas seperti yang diperintahkan oleh Guru Park. Sementara anak-anak lainnya terkejut bukan main karena seorang Mark bisa terkena hukuman seperti itu juga.

.

Arin berdiri sambil menundukan kepalanya. Ia menyesal serta sedih karena ujian matematikanya berakhir tragis. Karena terlalu larut dalam penyesalan Choi Arin tidak sadar kalau Mark sudah berdiri di sampingnya.

“Hiks..”

Tangis Arin pecah begitu saja. Dia frustasi memikirkan nilainya nanti. Tidak ada hambatan seperti ini saja nilainya di bawah rata-rata apalagi dengan terjadinya kejadian ini?!

“Kau menangis?”

“Eh?”

Arin terkejut saat mendengar suara Mark. Laki-laki itu memandangnya penuh kekhawatiran lalu bertanya lagi kepadanya.

“Hmmm himnae!” Ucap Mark lalu menghadap ke depan dan menikmati masa hukuman ini.

Choi Arin tertegun. Ia pikir Mark akan memarahinya karena melibatkannya ke masalah ini. Wajar saja banyak orang yang mengagumi Mark. Ia tampan bahkan baik hati, Mark memang sosok idola puluhan wanita di sekolah ini.

“Anu Mark… Kau tidak marah?” Tanya Arin.

“Marah kenapa?” Tanya balik Mark.

“Kau dikeluarkan oleh Pak Shin karena aku..”

“Masalahmu hanya dengan Pak Shin. Denganku kau tidak punya salah apapun, toh niatmu hanya ingin pinjam pena kan?”

Ia mengangguk lemah. Arin hanya meminjam pena dengan Mark bukannya menyontek seperti yang dituduhkan oleh Pak Shin kepadanya.

“Tapi bagaimana nilai nanti?” Cemas Arin.

Kepala Mark bergerak ke samping lalu ia tersenyum santai kepada Arin. Masalah ujiannya? Hal itu..

“Bukan masalah besar kok. Aku sudah menyelesaikannya tapi tidak terlalu yakin dengan jawabanku. Lebih baik kau pikirkan nilaimu,”

Gadis itu menekuk wajahnya karena down akibat ucapan Mark barusan. Benar. Seharusnya dia pikirkan nilainya sendiri dibandingkan memikirkan si ranking 1. Arin baru menjawab 3 soal tadi dan belum tentu itu benar semua. Perkiraannya dia akan mendapatkan 0 di ujian matematika ini, “Hiks aku bakalan kena pukul lagi!” Rengeknya tanpa sadar. Mark yang mendengarnya berusaha keras untuk tidak tertawa. Menyedihkan namun lucu di saat yang bersamaan.

.tbc.

Advertisements

3 thoughts on “Classmate [Chapter 1]

  1. AAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHH MARKRIN-KU SAYANQQQ.
    lucu banget kalo bayangin mereka beneran begini di kelasnya wkwkwk dan alhamdulillah emang sekelas ya gemas deh :”3
    ini pas sih sama karakter mark-nya yg kayaknya kalem dan jadi cowok most-wanted di sekolah, terus kebayang aja sama arin yg cengeng hahaha lanjutkan yaa! ^^

    Liked by 1 person

  2. Ihh kebayang dech mereka kek gimana di kelasnya…
    Pasti seru… pasangan yg sama2 imut…nomu kiyowo….
    Chingu lanjutnya!! Suka banget….😁😁
    MARKRIN fighting..!!

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: