OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

L.O.V.E [Chapter 1]

2 Comments

img1473002477526

L.O.V.E

By Fanita

Main Cast : Oh My Girl Jiho

Cast : Ikon Junhoe – Seventeen Mingyu – BTS Jungkook

Genre : Comedy, Friendship, Family, Incest

Sinopsis : Jiho dan Mingyu adalah anak kembar dari keluarga Kim. Mingyu adalah sosok yang menyebalkan sementara Jiho si ratu menjengkelkan, mereka tak akan pernah bisa menjadi saudara yang akur. Pada suatu hari Jiho ditaksir oleh temannya Mingyu yang tak lain adalah Jungkook dan Junhoe. Mingyu menjadi overprotective pada Jiho dan perasaan aneh mulai muncul di hatinya. Siapakah yang akan dipilih Jiho? Jungkook atau Junhoe? Atau mungkin saudara kandungnya sendiri?

“Cabe geser!” Kim Jiho tak peduli saat seseorang menyuruhnya untuk menggeser posisi duduknya. Apalagi orang itu memanggil dengan cara yang jahat. Cabe. Siapa si yang mau dipanggil seperti itu? Masa bodoh dengan tatapan menjengkelkan Mingyu, lebih baik dia menguyah snacknya dan menonton drama favorit.

“Woy?” Panggil Mingyu, si saudara kembar.

Jengkel karena Jiho tak kunjung menuruti apa yang dia katakan Mingyu memgambil remot di atas meja lalu memencet tombol off. Jiho terkejut saat televisinya tak menyala lagi berkat si sinting Mingyu.

“Ya terong nyalain!” Pekik Jiho.

“Bomat!”

Mingyu membawa pergi remot tv dengan santainya. Tak terima Mingyu menganggu acara nontonnya Jiho beranjak dari tempat duduknya lalu-

“Yaaaa!!”

Si cantik Jiho menjambak rambut Mingyu tiada ampun. Tak peduli Mingyu lebih tinggi dari padanya Jiho terus menginjit agar memudahkan ia meraih rambut Mingyu yang pendek rapi tersebut. Mingyu berteriak kesal sekaligus merasa kesakitan. Dasar cewek bar-bar! Mingyu tak tahu kenapa bisa punya saudara kembar sesadis cabe ini!

Ting..tong…

Begitu mendengar suara bell Jiho menghentikan siksaannya kepada Mingyu. Ia berjalan untuk mengecek siapakah tamu yang telah menghentikan aktivitasnya menyiksa Kim Mingyu?

“Oh.. Junhoe? Nyari Mingyu?” Begitu Jiho membuka pintu rumahnya muncullah wajah tetangganya yang bernama Koo Junhoe. Jarak rumah mereka hanya berbeda dua rumah. Mingyu sejak kecil memang sering main dengan cowok yang tingginya 183 cm ini.

“Siapa Ji?”

Mingyu tiba-tiba saja muncul. Begitu melihat sosok Junhoe, Mingyu dengan kasar mendorong Jiho ke samping lalu menarik tangan Junhoe untuk segera masuk ke dalam rumahnya.

“Woy!” Geram Jiho.

Mingyu tak peduli dan berjalan masuk ke dalam bersama dengan Junhoe. Si tetangga itu sendiri melirik Jiho dan tersenyum kikuk kepadanya. Memang si Junhoe sudah terbiasa dengan pertikaian mereka tapi tetap saja dia bingung untuk menyikapinya.

“Eh tempe bacem balikin dulu remotnya woy!!!” Teriak Kim Jiho kesal.

Argh Mingyu memang raja dari semua orang yang menyebalkan di muka ini. Kenapa bisa dia ditakdirkan keluar dari rahim yang sama dari ibunya?! Sial.

Mingyu dan Junhoe sudah berada di dalam kamar Mingyu. Mereka berencana untuk main ps bersama hari ini. Walaupun berbeda sekolah, Mingyu dan Junhoe sangatlah akrab. Mereka biasanya main bersama tiap pulang sekolah. Biasanya si main ps atau berbasket ria di lapangan basket komplek perumahan mereka.

“Ada apa lagi sama Jiho?” Tanya Junhoe.

“Hah ngapain nanya? Tau sendirilah cabe bar-bar itu..” balas Mingyu.

“Kok cabe si? Jiho kan manis” balas Junhoe.

“Astaga June kau harus memeriksa matamu. Jiho? Manis? Kau belum tahu saja gimana 24 jam kehidupannya selama sehari” oceh Kim Mingyu.

“Jiho manis tahu, aku suka”

“Hahahaha suka?” Tawa Mingyu. Begitu dia sadar bahwa Junhoe baru saja mengatakan dia menyukai Jiho, Mingyu menghentikan tawanya, “Su-suka katamu? Suka dengan Jiho?” Ulang Mingyu.

Junhoe menganggukan kepalanya dengan santai. Sejak kecil dia menyukai Jiho secara diam-diam dan sekarang waktu yang tepat untuk mengakuin perasaannya kepada saudara kembarnya Jiho.

“Seleramu aneh, June. Kau butuh diruqyah biar sadar sejelek apa Kim Jiho itu!”

“Tetap saja aku menyukainya bung hahaha”

Mingyu menggelengkan kepalanya. Tak habis pikir Junhoe menyukai saudari kembarnya. Ada rasa tak ikhlas saat Junhoe mengatakan itu kepadanya. Apa karena seorang Junhoe adalah sosok playboy yang suka gonta-ganti pacar? Argh entahlah. Lagian apa peduli Mingyu kalau ada cowok yang naksir Jiho. Biar itu menjadi cerita mereka saja.

“Cabe.. kau punya pacar?” Setelah makan malam Mingyu menanyakan pertanyaan seperti itu kembarannya. Ia penasaran apa Jiho punya pacar atau tidak. Mungkin ini terdengar lucu di telinga Jiho karena dia sok peduli dengan urusan pribadinya.

“Kepo..” balas Jiho.

Ia tak melihat Mingyu saat ini karena sibuk membalas pesan si grup chatnya.

“Ya aku kan nanya. Si cowok cantik itu apa kabar?” Tanya Mingyu lagi.

“Siapa si?” Tanya Jiho masih fokus pada ponselnya.

“Yang pernah ngantar kau pulang waktu itu” balasnya.

“Cha Eunwoo?”

Kali ini dia berhenti memainkan ponselnya dan melihat Mingyu penuh tanda tanya. Untuk apa dia peduli dengan cowok yang pernah ngantar dia pulang?

“Entahlah aku tidak tahu namanya. Kau pacaran dengan dia?” Tanya Mingyu.

“Sudah putus” jawab Jiho singkat.

“Ouh..”

Kim Jiho kembali memainkan ponselnya sementara Mingyu melirik adiknya itu penuh tanda tanya. Seketika dia penasaran sudah berapa cowok yang dikencani oleh Jiho serta…

“Sudah berapa kali kau berciuman?”

Plak! Jiho menjitak kepala Mingyu yang kebetukan sedang duduk di bawahnya dengan sangat keras. Mingyu meringis kesakitan karena jitakan Jiho sungguh kasar apalagi cewek itu memakai cincin di jari manisnya.

“Jangan bertanya seperti itu sialan!” Kesal Jiho lalu pergi meninggalkan ruang keluarga.

Mingyu mengusap kepalanya yang malang. Dari reaksi Jiho sudah pasti positif cewek itu pernah berciuman sebelumnya. Kalau tidak kenapa jugs dia marah?

“Sekali bar-bar memang bar-bar..” rutuk Mingyu yang masih kesakitan akibat ulahnya Jiho.

Minggu pagi seorang Kim Jiho sudah bangun seperti biasanya. Jiho rajin bangun pagi karena biasanya dia membantu ibunya masak di dapur sekalian belajar memasak. Kini setelah membersihkan tempat tidurnya Jiho langsung menghampiri ibunya yang telah ada di dapur sejak subuh tadi.

“Ma sudah selesai masaknya?” Tanya Jiho yang melihat dapur sudah bersih. Ibu Jiho yang lagi membersihkan meja langsung menoleh begitu tahu Jiho telah sampai ke dapur. Ia menganggukan kepalanya lalu menjawab, “Ya Jiho hari ini ibi masakan tidak terlalu banyak jadi cepat selesai”. Jiho merutuk, “Ah mama aku kan mau belajar masak” rutuknya. Si ibu hanya tertawa mendengarnya.

“Lebih baik bangunin oppa-mu”

“Mingyu? Ah malas”

“Ayolah Jiho sayang hari ini ibu ada urusan mendadak dan harus berangkat lebih cepat dari biasanya. Kalian gak mau kan makan sendiri-sendiri?”

Apa yang mamanya katakan memang benar. Jiho dan Mingyu tidak suka makan sendirian. Sejak ditinggal oleh ayahanda tercinta sepasang saudara kembar ini ingin menikmati setiap momennya bersama samg ibu agar tak menyesal seperti dulu yang selalu melewatkan sarapan bersama papa mereka, “Ya udah deh ma..”. Jiho pun bergerak untuk membangunkan saudaranya.

Brak! Jiho membuka pintu kamar Mingyu secara kasar. Ia melihat bahwa saudara kembarnya saat ini tertutupi selimut birunya. Jiho berjalan mendekati Mingyu dan menarik selimutnya. Terpampang jelas kalau saat ini Mingyu tidur tanpa menggunakan bajunya alias shirtless. Terlihatlah dada Mingyu yang bidang sehingga Jiho menggelengkan kepalanya, “Sayangnya saudara Ji. Kalau ada cowok sekeren ini badannya bakalan kugebet” gumamnya.

Jiho tersadar dengan tujuannya setelah terlena dengan tubuhnya Mingyu. Ia menggoyangkan tubuhnya Mingyu untuk membangunkannya tapi tetap saja Mingyu tertidur pulas.

“Woy bangun!”

“Eung Sujeong-ah kiss me..”

What??!? Apa yang sedang dimimpikan oleh Mingyu? Jiho terkejut mendengar igauan Mingyu. Apalagi Mingyu menyebut nama cinta pertamanya dan minta dicium pul.

“Awas saja!” Gumam Jiho.

Jiho berjalan ke kamar mandi yang ada di kamar Mingu. Ia menyentong seember air lalu kembali untuk membuat Kim Mingyu segera bangun dari mimpinya.

“Ya tempe bacem bangun!!!”

Byur! Air itu sukses membuat Mingyu terbangun dari mimpinya. Ia mengusap wajahnya yang basah akibat air lalu terkejut dengan serangan air mendadak yang dia dapatkan.

“Cabe sialan! Ngapain nyiram orang?!” Teriak Mingyu tak terima.

“Otak mesum! Dibanguni susah banget!” balas Jiho.

“H..hah me..mesum? Mesum apanya?” Tanya Mingyu tak terima.

“Eung Sujeong-ah kiss me..” cerocos Jiho meniru apa yang diigaukan oleh Mingyu tadi, “Mimpi apa itu namanya kalau bukan mesum?”

“Itu mimpi basah bodoh. Bukan mesum!”

“Idih sama aja!”

“Bodoh!”

“Sialan tempe bacem!”

Malas berdebat lebih lama dengan saudaranya Jiho memilih untuk keluar dari kamarnya Mingyu. Lebih baik membantu ibunya bersih-bersih daripada berurusan dengan Kim Mingyu.

Suasana sarapan selalu tenang. Tidak ada yang membuka mulut saat bicara karena almarhum ayah mengatakan bahwa tak baik makan bila kita berbincang. Tempat makan adalah waktunya untuk makan bukan berbicara. Mama si kembar saat melihat Jiho menyudahi makannya bertanya kepada sang anak.

“Tidak nambah Jiho-ya?”

“Sudah kenyang ma”

“Sok diet!” Celetuk Mingyu.

Jiho mengendus kesal lalu mengangkat piring kotor miliknya. Ia berjalan meninggalkan meja makan namun beberapa langkah tungkainya pun terhenti. Ia tersenyum jahil lalu menghadap ke belakang.

“Ma tahu gak Mingyu mimpi apa?”

“Uhuk!”

“Mimpi apa Ji?”

“Mimpi yang begitu ma sama cinta pertamanya?”

“Ya!!” pekik Mingyu.

“Begitu apa Ji?” Tanya ibu mereka yang bernama Han Nareum.

“Mimpi-”

“Ya cabe orang gak jadi mimpi gara-gara kau banguni! Padahal sedikit lagi aku bisa nidurin dia!” Geram Mingyu.

“Kim Mingyu!! Ya ampun nak apa yang baru saja kau ucapkan huh?! Apa kau tidak sadar kalau ucapanmu merendahkan martabat wanita? Pikirkan ibumu dan juga adikmu!”

Hahahahaha. Kim Jiho tertawa puas lalu berlari meninggalkan Mingyu yang saat ini dimarahi habis-habisan oleh ibunya. Ia sangat puas telah memberikan Mingyu tambahan di sarapannya pagi ini. Mampus kau Mingyu!

Seperti biasa Jiho menghabiskan waktunya di ruang keluarga sambil menonton drama rerun yang sedang ditayangkan. Namun di saat dia sedang menonton terdengar bunyi bell. Jiho menggerutu tak jelas, siapa yang berani menganggu me-time yang dia miliki? Begitu Jiho membuka pintu rumahnya Terlihatlah seorang laki-laki tampan yang tidak pernah Jiho lihat sebelumnya.

“Siapa?” Tanya Kim Jiho.

“Ummmm ini rumahnya Mingyu kan?” Tanyanya.

“Ya. Teman Mingyu?”

“Iya. Kau siapa?”

“Pembantuku!” celetuk Mingyu tiba-tiba saja datang.

“Tempe bacem sialan!” desis Jiho di depan teman Mingyu sehingga cowok itu terkejut setengah mati.

“Jungkook masuklah. Woy pembokat geser!”

Jiho tersenyum sangat lebar namun matanya berapi-api melihat Kim Mingyu. Tangan Jiho bergerak untuk memegang perut Mingyu dan-

“Aww cabe! Sakit bodoh!” Pekik Mingyu kesakitan.

“Mampus tempe bacem, mati saja sana!” Kesal Jiho lalu pergi meninggalkan tempat itu.

Mingyu mengusap perutnya yang habis dicfabit oleh Jiho sambil meringis kesakitan. Jeon Jungkook menepuk pundak Jungkook karena ia merasa prihatin kepadanya.

“Bung pasti sakit sekali..” gumam Jungkook.

“Saaanggattttt!!” geramnya.

Maksud kedatangan Jungkook ke rumah Mingyu adalah untuk mengerjakan tugas kelompok. Berhubung wifi di rumah Jungkook sedang eror mereka memutuskan untuk mengerjakan semua pekerjaan di rumah Mingyu saja. Selagi mengerjakan tugaa mereka Jungkook sesekali melihat foto yang ada di dinding ruang keluarga ini. Ada foto keluarga yang lengkap dan satu lagi foto si kembar bersama ibunya saja.

“Cewek tadi adikmu?”

“Ya..” jawab Mingyu.

“Beda berapa tahun?” Tanya Jungkook penasaran.

“5 menit..”

“Hah? Kembar?” Kagetnya.

Mingyu mengangguk kepalanya sambil menghela nafas. Dia sudah sering melihat reaksi ketidakpercayaan orang kalau dia mengatakan Kim Jiho adalah kembarannya.

“Dia cantik, kau jelek. Dia putih, kau hitam. Sungguh malangnya kau kebagian gen yang buruk Mingyu!” Ledek Jungkook.

“Ah sial. Kau mau mati?” kesal Mingyu.

“Hahahahaha becanda. Siapa namanya?”

“Jiho”

“Kim Jiho? Salam dong ke adikmu itu. Kau betul-betul jahat merahasiakan adik secakep itu!”

“Idih cakep dari mana,” gerutu Mingyu.

“Aduh siapapun juga bakal bilang dia cantik dalam sekali lihat.”

“Jadi kau suka dengan adikku?”

“Ya kurasa..”

Cih. Kemarin Junhoe,  sekarang Jungkook. Kenapa Jiho begitu spesial di mata pria? Iya si Mingyu akui Jiho itu cantik, mulus, badannya juga oke dibandingkan cewek-cewek di sekolahannya tapi kan sikap bar-barnya itu keterlaluan. Mingyu tak bisa membayangkan apa yang terjadi bila Jiho membina rumah tangga nantinya.

“Kau pikir aku bakalan sudi membiarkan adikku pacaran sama raja mesum sepertimu, Kook? Jangan harap!” oceh Mingyu.

“Hahahahahaha aku bakalan insaf kok!” Kekeh Jungkook.

Jiho yang telah berdandan cantik telah bersiap untuk pergi ke suatu tempat. Hari ini dia ada janji dengan Bae Yoobin, Jung Chaeyeon dan Choi Yuju untuk jalan-jalan. Sudah lama sekali mereka tidak melalukan Girl’s Day Out.

“Mau ke mana?” Tanya Mingyu yang melihat Jiho berpakaian rapi melewati ruang tengah.

“Jalan” balas Jiho singkat.

“Dengan siapa?”

“Gak usah banyak tanya!”

Setelah mengatakan hal itu Jiho langsung pergi meninggalkan rumahnya. Tak peduli kalau saat ini Kim Mingyu tengah menggerutu di hadapan temannya Jeon Jungkook.

Jiho baru saja keluar dari halaman rumahnya. Tiba-tiba saja dia dikagetkan dengan sebuah motor yang mendadak berhenti di depannya, “Astaga!”. Si pengendara motor itu membuka kaca helmnya. Ia tertawa melihat Jiho kaget akibat ulahnya.

“Sorry Ji, mau ke mana?” Tanya orang yang tak lain adalah Junhoe.

“Ya ampun June kau mengagetkanku! Aku pikir ada orang yang mau nyulik cewek cantik sepertiku!” Cerocos Jiho.

“Hahahaha maaf Jiho..” sesal Junhoe walaupun dia tertawa, “Mau ke mana?”

“Hmm jalan dengan teman. Janjian di Fat Bubble..” balas Jiho.

“Mau aku antar? Mingyu ke mana kok dia gak mau nganterin? Kasihan dong cewek cantik disuruh naik kendaraan umum sendiri”

“Tau tuh dia ngerjain tugas sama temannya di rumah. Oh ya, serius mau ngantar? Aku gak mau ngerepotin orang”

“Yaelah santai aja sama teman dari kecil. Ni pakai helm!”

Junhoe menyerahkan helm cadangan yang selalu dia bawa. Jiho menerima helm itu lalu memasangnya ke kepala. Setelah semua siap Jiho naik ke atas motor Junhoe dan mereka pun langsung pergi ke tempat tujuan Jiho.

Mingyu keluar dari rumah setelah dari tadi mengintip dari kaca. Jadi Jiho berdandan secantik itu karena dia mau jalan dengan Koo Junhoe? Kenapa Mingyu jadi tak tenang memikirkannya? Sialan Junhoe! Seenaknya saja mencuri start padahal Mingyu belum mengizinkannya untuk dekat dengan adiknya.

“Jiho…”

‘Kenapa?”

“Kalau aku sms bakalan dibalas gak?”

“Kenapa memangnya?”

“Ya mau ngajak smsan, gak boleh?”

“Boleh kok sms aja..”

“Assa! Thanks Jiho!”

Junhoe bersorak gembira karena mendapatkan izin dari Jiho untuk berkirim pesan dengannya. Itu berarti langkah dia untuk mendekati Jiho jadi semakin muda. Jiho sendiri hanya menggeleng heran karena Koo Junhoe bertingkah sangat aneh di mananya, “Dasar June..” batin Jiho.

“Kemarin ada teman oppaku ke rumah, dia ganteng loh! Menurutmu aku harus dekatin gak?” Chaeyeon berceloteh mengenai teman kakak laki-lakinya yang kemarin datang ke rumahnya. Chaeyeon bilang dia ganteng dan tertarik padanya jadi Chaeyeon bertanya kepada sahabat-sahabatnya apa yang harus dia lakukan.

“Dekatin kalau kau mau” celetuk Jiho santai.

“Oh Jiho kau kan punya kembaran cowok, gimana teman-temannya? Cakep gak?” Celetuk Yoobin.

Jiho berpikir sejenak. Junhoe dan Jungkook yang baru-baru saja main ke rumahnya. Keduanya ganteng, Jiho tak mengelak dari kenyataan itu tapi dia tak punya pikiran seperti Chaeyeon yang mau mengencani kawan kakaknya sendiri.

“Ganteng kok..”

“Ih! Aku sudah tahu tuh kalau anak SMA Seungri pasti kece-kece!” Celetuk Yuju.

Mingyu memang bersekolah di SMA Seungri sementara Jiho sekolah di SMA Seonam. Mereka memutuskan untuk tidak satu sekolah lagi karena risih dan tak ingin orang tahu mereka adalah anak kembar. Dari TK sampai SMP mereka satu sekolah dan tak ada satu orang pun yang bisa percaya kalau mereka saudara kembar sebelum menunjukan buktinya. Bahkan sempat seorang Kim Jiho dibuli anak-anak karena dianggap sebagai pembohong yang mengaku sebagai kembarannya Mingyu. Ih, mengingat kejadian kelam itu membuat Jiho dongkol dan jijik.

“Entahlah Ju.. Aku gak tau anak Seungri ganteng semua atau enggak” balas Chaeyeon.

“Oh ya tadi kulihat kau diantar pakai motor. Mingyu ya itu?”

Jiho menggelengkan kepalanya, “Bukan. Itu June-maksudku Junhoe. Dia temannya Mingyu, tetanggaku juga si. Kebetulan dia mau ke daerah sini juga jadi dia nganterin aku” jelas Jiho.

“Oh… ganteng gak?” Tanya Chaeyeon.

“Ya.. June… lumayan juga si” jawab Jiho malu-malu.

“Hahahaha dekatin aja Ji!” Seru mereka semua.

“Apa deh! Aku betah jomblo tahu” balas Jiho.

“Huuu payah!”

Jiho sampai di rumah pukul 7 malam. Tak masalah baginya pulang jam segitu karena dari awal sudah izin kepada ibunya. Jiho membuka pintu rumahnya lalu melepaskan wedges yang dia pakai. Setelah Jiho meletakan wedgesnya di rak sepatu dia dikagetkan dengan Kim Mingyu yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya.

“Enak habis jalan-jalan?” Tanya Mingyu datar.

“Enaklah..”

Jiho masa bodoh dengan keberadaan Mingyu di sama. Ia berjalan melewati Kim Mingyu namun tiba-tiba saja tangan Jiho ditahan oleh kembarannya.

“Ya!!!”

“Kau habis jalan dengan June? Ke mana?” Tanya Mingyu.

“Apa urusanmu kalau aku jalan dengan siapapun yang aku mau?”

“Ya Kim Jiho jangan pernah pergi dengan anak cowok!”

“Apa urusanmu? Apa pedulimu? Kenapa memangnya kalau aku jalan sama cowok-”

Grap~ Mingyu membawa Jiho ke dalam pelukannya. Gadis itu terkejut dengan perlakuan Mingyu yang sangat tidak masuk akal ini. Seorang Kim Mingyu memeluknya? Dia bahkan lupa kapan terakhir kali berpelukan seperti ini. Rasanya begitu nyaman dipeluk oleh Mingyu. Ternyata ini rasanya dipeluk oleh cowok yang memiliki badan ideal seperti dambaannya, batin Jiho.

“Ikuti saja apa kataku karena aku adalah oppamu Jiho..” bisik Mingyu.

Oppa. Mendengar kata itu keluar dari bibir Mingyu terasa menggelikan. Ia melepaskan secara paksa pelukan Mingyu lalu pergi meninggalkannya sendiri. Ditinggal Jiho tanpa sebuah jawaban membuat Mingyu menghela napas secara kasar, “Apa yang baru saja kau lakukan Mingyu?” Rutuknya pada diri sendiri.

.tbc.

2 thoughts on “L.O.V.E [Chapter 1]

  1. lanjutin lagi dong kak,bagus ceritanya+.+

    Like

  2. lanjutin lagi dong kak

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: