OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet-Mix] Delight 4/4

13 Comments

IMG_20160330_110248.jpg

Delight

Sesuatu yang tak dapat dilihat namun bisa dirasakan. Sekali kau merasakannya; berhenti merupakan hal tersulit ‘tuk dilakukan; cinta.

by Yukiharu_nff & nightskies

Oh My Girl & other casts

PG-13

Ficlet-Mix

*

[7 – nightskies]

Well, meskipun “amatiran” begitu ia berhasil ‘kan mendapatkan atensi dari targetnya selama ini?

Tapi kalau dipikir-pikir, Sang Target ternyata memberi atensi pada teman-teman yang sama amatirnya dengan gadis itu.

Menyebalkan. Ia pikir ia sudah menang, tapi siapa sangka ternyata persaingan justru baru dimulai?

*

Hyun Seunghee mengikuti akademi seni selama libur musim panas. Niat awalnya adalah untuk melupakan Lee Jihoon—seorang teman di ekskul padusa sekaligus orang yang ia gilai selama beberapa bulan belakangan—untuk sementara waktu dan mencoba menggali potensi vokal yang ia miliki. Tapi begitu ia masuk ke kelasnya di hari pertama dan bertatap muka dengan guru barunya, ia merasa semua rencananya untuk mengesampingkan persoalan Jihoon akan gagal total.

Karena ia justru bertemu dengan kakak dari Jihoon, Min Yoongi.

Seunghee tidak tahu apakah Jihoon dan Yoongi benar-benar saudara kandung atau ada cerita lain di baliknya. Tapi jika seandainya ada orang asing yang menyodorkan foto keduanya tanpa memberitahu nama mereka dan bertanya apakah keduanya terlihat seperti kakak-adik, gadis itu pasti mengangguk setuju. Mereka mirip sekali, seperti pinang dibelah dua. Yang membedakan adalah pinang yang satunya diberi pewarna hijau, sementara yang lainnya diberi pewarna pink.

Sampai ketika pelajaran dimulai, Yoongi melantunkan rapp yang membuat tubuh gadis itu membeku.

S-seonsaengnim?” tanya gadis itu takut-takut sambil mengangkat tangannya.

“Ada pertanyaan, Seunghee-ssi?”

“I-ini kelas rapp? Bukan kelas vokal?”

Kemudian seisi kelas tertawa. Yoongi bahkan tersenyum gemas.

Memang, jika diperhatikan baik-baik, dandanan murid di kelas itu berbau swag dan hip-hop, tidak seperti penyanyi biasa yang kebanyakan memakai baju sekadarnya.

Dengan wajah memerah akibat malu dan jantung berdegup kencang akibat panik, Seunghee membungkuk hormat dan langsung keluar dari ruangan itu, setelah sebelumnya diberitahu Yoongi bahwa kelas untuk vokal ada di lantai bawah, dengan pintu ditempeli tulisan Vokal.

Seunghee menoleh ke arah pintu kelas yang baru saja ia tinggalkan, dan memang ada tulisan Rapp disana. Saat ia masuk tadi, pintu itu terbuka ke luar, membuat tulisan itu tak tertangkap penglihatannya.

Gadis itu menghela napas dalam, ini sama sekali tidak seperti bayangannya saat berangkat ke akademi ini. Sejenak, gadis itu mengulum bibirnya panik. Kalau sampai Yoongi menceritakan tentangku pada Jihoon, lelaki itu akan menertawakanku habis-habisan di pertemuan ekskul nanti.

Setidaknya, rencana gadis itu untuk mengesampingkan Jihoon selama liburan musim panas belum benar-benar gagal. Ia tidak bertemu Jihoon ‘kan, hari ini?

Ia kini berdiri di depan pintu ruang kelas vokal, perlahan diketuknya bidang kayu itu dan perlahan ia membuka pintu.

Ada satu wajah yang kelewat familiar sedang duduk di bangku guru.

*

Siapapun pemilik wajah itu, ia telah membuat Seunghee membulatkan satu tekad hari ini.

Ia tak akan menyanyi seperti biasanya. Ia akan berpura-pura tidak bisa, supaya lelaki itu memerhatikannya lebih sering daripada teman-temannya.

“Aku tidak bisa mencapai nada Do tinggi secepat itu, Seonsaengnim. Perubahan nadanya terlalu tinggi,” keluh Seunghee.

“Cobalah memakai suara falset begitu kau lompat ke Do, Seunghee-ssi.”

Ih, beri contoh dulu, kenapa sih? protes gadis itu dalam hatinya.

Usahanya mendapat atensi dari guru vokalnya—teman di ekskul padusa, juga orang yang ia gilai selama beberapa bulan belakangan—sekali lagi sia-sia. Seunghee tadinya ingin jadi yang paling bagus, namun melihat Jihoon yang lebih banyak menolong murid yang masih butuh bantuan, gadis itu mengurungkan niatnya dan memilih untuk menjadi sama amatirnya dengan murid di kelas itu.

Ia baru saja menemukan cara untuk menarik perhatian Jihoon sekali lagi, saat bel tanda kelas usai berbunyi.

Seunghee mengerang tanpa suara, ia harus simpan cara itu untuk pertemuan selanjutnya. Gadis itu sedang membereskan tasnya saat sebuah bola kertas ditaruh di mejanya. Begitu ia mendongak, ia menemukan wajah Jihoon.

“Aku tak mau di kelasku ada sampah,” ujarnya tegas.

Mata Seunghee membulat. “Tapi, Seonsaengnim, ini bukan—“

“Hal ini bukan hanya berlaku untuk Seunghee-ssi,” ucapnya, pada seisi kelas. “Tapi pada setiap orang yang duduk di kelas ini. Paham ucapanku?”

Gumaman paham berdengung, lalu beberapa dari murid terlihat membungkuk ke kolong meja untuk mengambil sampah yang diam-diam mereka tinggalkan di sana.

“Kalian boleh keluar,” ucapnya kemudian. Seluruh murid di ruangan itu kemudian berjalan tertib meninggalkan kelas. Seunghee memilih untuk keluar terakhir, karena ia penasaran apa isi bola kertas yang diklaim Jihoon miliknya.

Temui aku di ruang studio. Keluar dari kelas ini, lalu belok kiri, masuk ke pintu kedua di sebelah kanan.

Mata gadis itu membulat, lagi. Tatapannya kemudian tertuju pada Jihoon yang sedang membereskan barang-barangnya tanpa sedikit pun melayangkan pandangan ke arahnya.

Seunghee tidak tahu apa tujuan Jihoon memintanya bertemu di ruang studio. Tapi apapun itu, ia tidak sabar. Mungkin lelaki itu hanya ingin bertanya kenapa Seunghee masuk akademi ini tanpa memberitahunya. Atau sekadar meminta maaf karena sudah menegurnya. Atau mungkin di luar dugaannya. Satu yang ia tahu, ia sudah berhasil memenangkan atensi dari targetnya selama ini.

Sekarang, semua tergantung pada bagaimana ia akan menyikapinya.


[8 – Yukiharu_nff]

“Aku… merindukannya.”

Sekarang, semua tergantung pada bagaimana ia akan menyikapinya. Menganggap semua yang telah dilakukan oleh pemuda itu sebagai sebuah kesalahan—karena pada akhirnya apa yang dilakukan olehnya selalu menimbulkan masalah bagi si gadis.

Atau, anugerah? Well, bagaimanapun Arin—gadis itu—tidak bisa menampik fakta; jika ia merasa bahagia diperlakukan begitu.

“Aku sudah bilang ‘kan, berhenti melakukan itu.” Kalimat itu diucapkan dengan suara lemah tanpa melihat si lawan bicara. Manik Arin dengan setia memindai pemandangan di luar sekolah.

“Hei! tidak sopan tahu, berbicara sambil memunggungiku begitu.” Itu Sanha, seorang lelaki yang merasa terabaikan eksistensinya.

Bodo!”

Arin meresponsnya dengan ketus, masih pada posisi yang sama–menempelkan pipi pada lipatan tangan di atas meja. Sanha menyerah, kalau sudah begini ia hapal betul jika sahabatnya sedang berada dalam “zona berbahaya”.

“Kamu marah?”

“Tidak, hanya kesal saja.”

Jeda sejemang, mereka berdua sama-sama terdiam. Berdeham sebentar lantas bersuara, “Baiklah, maafkan aku, Rin. Aku tahu kamu kesal padaku ka—”

“Aku kesal pada diriku sendiri.” tukas Arin cepat.

Berbalik, maniknya kini menatap sosok pemuda yang tengah duduk di sampingnya. “Bukan kamu, tapi aku. Aku kesal pada diriku.” Gadis itu kesal pada dirinya sendiri bukan tanpa alasan.

Ia merasa buruk, karena di sisi lain ia ingin Sanha berhenti memerhatikannya berlebihan seperti itu. Membawakan sarapan maupun makan siang ke kelas, menjemput dan mengantarkannya ke mana pun. Sebagai salah satu siswa terpopuler di sekolah, kedekatan mereka tentu saja menimbulkan efek yang tak diinginkan bagi salah satu pihak—Arin.

Dikerjai habis-habisan seakan telah menjadi makanan sehari-hari baginya. Tapi di sisi lain, Arin sudah terlalu nyaman dengan perlakuan Sanha. Intinya sekarang Arin sedang dilema.

*

Seminggu berlalu sejak kejadian itu. Seharusnya Arin merasa senang sekarang, karena tak ada lagi gadis-gadis yang mengerjainya di sekolah, pun Sanha yang eksistensinya entah ke mana. Sanha sudah menuruti keinginannya, jadi bukankah sekarang seharusnya ia merasa bahagia? Tapi ternyata tidak. Arin merasa ada bagian yang hilang dari dirinya.

Dia tidak bahagia, malah merasa lebih menderita. Apa gadis itu berlebihan? Tidak, bukan?

Menyesal. Arin sangat menyesal.

Tadinya dia pikir Sanha tidak akan benar-benar hilang dari hari-harinya. Tak seharusnya ia menanggapi semua pemikiran orang-orang padanya. Memangnya Arin hidup untuk memenuhi persepsi mereka?

“Aku… merindukannya,” dilihatnya langit kelabu dengan senyum miris di wajah. Seharusnya sebentar lagi turun hujan. Tapi, sepertinya tidak. Karena angin-angin lembut mulai berembus, membuat awan mendung bergerak menjauh. Memberi ruang kembali bagi sang Mentari.

“Kenapa mendadak dingin sih?” Arin menggerak-gerakkan kedua telapak tangannya di lengan.

Mata gadis itu membulat sempurna saat merasakn sebuah jas menyelimuti tubuhnya. Lebih terkejut lagi kala sebuah suara menyambangi rungunya. “Sepertinya aku harus meminta maaf lagi.”

Mau tidak mau kedua sudut bibir Arin berjungkit naik. Terlebih sekarang orang yang ia rindukan tengah merangkulnya dan membisikkan sesuatu yang membuat kedua pipi Arin bersemu merah.

Melihatnya membuat Sanha tak kuat menahan tawa, “Ada apa dengan wajahmu? Haha!”

“Ini semua kan gara-gara kamu, eh.” Arin langsung menutup mulutnya dengan tangan. Kenapa harus keceplosan segala, sih. Memalukan.

“Maaf, aku sudah berusaha semampuku. Tapi aku tidak bisa menuruti keinginanmu lebih lama dari ini. Aku mencintaimu, Rin. Jangan menyuruhku berhenti lagi, mengerti?”

-E N D-

a/n:

Y: Aku ga tau kudu apa, pokoknya makasih buat km Night{} Udah mau kolab sama akuuu….

Maaf buat kalian yang biasnya aku nistain di sini 😥

Habisnya aku bingung /jongkok/

N: Our first Oh My Girl fanfictions collaboration! Makasih ka Neng udah beri aku kesempatan, dan sabar sama kebawelanku >< Jangan kapok kolab denganku!^^

Makasih udah baca, Miracles! Jangan lupa tinggalkan like/comment! ><

Maaf juga ini genre-nya random abis… u,u

Author: yournightskies

ubah niat baik menjadi aksi baik.

13 thoughts on “[Ficlet-Mix] Delight 4/4

  1. Faaaaaaaa~ itu apa jihoon x seungheeee??? 😱 aku senyum senyum sendiri gegara ituuu~ ayoo bikin sequelnya yampuuuun

    Kok sanha x arin lucu juga ya?

    Liked by 2 people

    • saya kaaaa wkwkwk betuuul itu jihoonxseunghee yg kujanjikan ke kaka😂😂 gaada sequel nih ka, adanya spin-off hehehe

      uh itu kerjaannya ka neng (yukiharu_nff) emang😆😆 setuju ka diliat2 mereka lucu jg :3

      makasih kaa sudah mampir. aku udh baca lanjutan yg babysitter (yeay) tp blm komen2 wkwkw lupa trs u,u

      Like

      • Aku jadi gemes bayangin nanti seunghee diapain sama jihoon ya fa?? 😆 aaarrrgghh, yang satu terlalu cool yang lain pecicilan itu bayanginya gimana~~

        Neng~ arin bisa malu malu kucing begitu ya~ *arin kan selalu begitu jel* duuh berarti nambah 1 lagi ini selalin jungkook dino~ ada sanha~~

        Liked by 2 people

      • wkwkw aku nistain seunghee bgt yah di wp ini u,u pertama dia jd yg menderita halusinasi eh skrg jd cewe modus, haduh u,u heum seungheenya ga diapa2in kok ka😂😂 masih hidup dia wkwkw

        iya ka ngga nyangka arin laku juga :’) ntar tau2 nambah dr nct/up10tion/knk/dll, dst wkwkwk

        Like

      • Kayaknya seunghee cocok untuk di nista *dilepar bangkiak*
        Ayoo bikin lagi seunghee jihoon fa~ hahaha
        Iyah nih arin laku bangeeet, kasian para unnie~ haha bingung shippernya hyojung jinE sama mimi nih hahaha

        Like

      • sipsip~😂 seungheexjihoon banyak nih ka di laptop sangking sukanya😂😂

        iya aku setuju;-; aku bingung mau bikin ff hyojung tapi pake cast cowoknya siapa, mau pake anak svt tapi aku gasuka noona-dongsaeng;-;

        Like

      • Waaaah aku tunggu next seunghee x jihoon selanjutnya fa~
        Beneeeer ih, hyojung susah banget cari shippernya, mau ga mau sama mas mas yang lebih tua kayak jin BTS(?)

        Like

      • okeyy😆
        kalo aku mentok2 sm 94linernya bts atau ga exo u,u tapi kalo mentooook banget2nya… sama anak bipo😅

        Like

      • Sama anak bipo sensenya jadi kakak-adik jadinya hahahaha 😂 suka sama yang seumuran berarti?

        Like

      • nah iya juga sih :v makanya kak, aku pake cast bipo kalo udah mentokkk parah, gatau mau pake siapa lagi😂
        kalo aku seumuran paling diutamakan, oppa-dongsaeng juga ga masalah. asal jgn noona-dongsaeng aja :v kalo kaka gmn?

        Like

      • Lebih suka oppa dongsaeng sih tapi kalo sama sebong, susah buat oppa dongsaeng, jadinya sepantaran.. Tapi lucu kalo kayak jihoon x seunghee begini hahaha 😆 kan gemes liat anak 1 line di shipper begini hahaha

        Liked by 1 person

    • Kak Jel~
      Arin kan emang kyk gitu Kak, malu2 kucing krn sadar umur/lah?/
      hehe…
      Aku suka aja masangin mereka, habisnya arin sm sanha sama2 bikin gemas :’)

      Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: