OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet-mix] Delight 3/4

1 Comment

a ficlet mix presented by Yukiharu_nff & Nightskies

[OMG’s] Hyojung & YooA // school-life, fluff, hurt-comfort // Teen // just own the plot

.

.

ada satu persamaan antara rasa sedih dan cinta; kau tak bisa sembunyikan keduanya dalam waktu lama.

.

[5]

 

Iya, dia akan pergi ke sana; ke tempat berikutnya yang akan memberikan luka baru baginya.

Hyojung benci ketika keluarganya harus pindah lagi. Sejak ia berusia empat, sampai hari ini, keluarganya terus saja berpindah-pindah rumah. Seperti yang bisa orang-orang duga, penyebabnya adalah pekerjaan sang Ayah yang menuntut demikian.

“Kau sudah packing, Nak?” tanya sang Ibu dari balik pintu, setelah sebelumnya mengetuk.

“Hmm.”

Keheranan, wanita itu lalu masuk ke kamar Hyojung dan menemukan koper berisi baju-baju yang bisa ia bawa ada di lantai, sudah siap diangkut—tapi tidak dengan pemiliknya.

“Kau baik-baik saja?”Wanita itu duduk di tepi kasur Hyojung, mencoba mengelus kepala gadis itu.

Hyojung tidak menghindar saat tangan sang Ibu berada di kepala. Meski ia tak menjawab pertanyaan dari beliau.

“Kau tidak ingin pergi, hm?”

Gadis itu kemudian bangkit dan duduk berhadapan dengan sang Ibu, menampakkan wajah kusutnya.

“Ah, Ibu rasa harusnya Ibu tidak tanya itu.”

“Bu, apa Ibu tahu apa yang sudah terjadi disini?” tanya gadis itu, lirih. “Bu, aku jatuh cinta.Ada seseorang di sekolah yang begitu kusukai. Aku sudah janji padanya bahwa kami akan berpacaran begitu kami menjadi senior. Cinta pertamaku ada di tempat ini, dan aku harus pergi… lagi?”

Sang Ibu mengatupkan bibirnya, berusaha menahan kaget.Ibu mana yang tak bahagia saat mendengar anak gadisnya jatuh cinta?Juga, ibu mana yang tak sedih saat mengetahui anak gadisnya patah hati?Wanita itu merasakan dua emosi sekaligus saat mendengar Hyojung bicara demikian.

“Ibu yakin ia punya akun untuk mengobrol dan—“

“Kau tetap bisa berhubungan dengannya,” lanjut gadis itu.“Bu, jika hubungan kami hanya mengandalkan ini,” ujarnya sambil mengangkat ponsel.“Maka seharusnya seluruh manusia yang memiliki kekasih berakhir dengan menikahi gadget-nya.”

Di satu sisi, wanita itu harus akui, membujuk Hyojung untuk packing dari tahun ke tahun memang semakin mudah.Yang kali ini contohnya. Dibandingkan tahun lalu, tahun ini Hyojung sama sekali tak menyuarakan keinginannya untuk tetap tinggal. Intinya, Hyojung semakin dewasa di setiap perpindahan dan sang Ibu lega karenanya.

Namun, di sisi lain, wanita itu takut Hyojung menyembunyikan luka hati yang tak terobati. Tahun lalu, Hyojung berkata ia baru saja memenangkan lomba menyanyi tingkat provinsi berkat organisasi vokal grupnya saat sang Ibu memberitahu bahwa mereka akan pindah besok.

“Tapi, ya sudah. Kalau memang kita harus pindah lagi, aku akan katakan padanya untuk mencari gadis lain. Kita akan berangkat jam berapa, Bu?”

Sang Ibu melirih, “Dua jam lagi.”

Gadis itu mengangguk.“Kalau begitu, bisakah Ibu bangunkan aku begitu kita akan berangkat?”

Hyojung tak menunggu jawaban, ia langsung merebahkan diri di kasur dan terlelap beberapa menit setelahnya. Dalam mimpinya, ia melihat wajah cinta pertamanya, sedang tersenyum sambil mengulurkan tangan. Gadis itu baru akan menyambutnya, namun teringat apa yang terjadi di dunia nyata.

Oppa, aku harus pergi.Keluargaku akan pindah rumah.”

“Kau tidak akan kemana-mana, Hyojung,” jawabnya.Saat itu, kedua tangannya memegangi bahu Hyojung, lalu mengguncang-guncang gadis itu. “Hyojung, Hyojung!”

Gadis itu mengedip-edip keheranan, lalu semuanya gelap dan begitu ia membuka matanya lagi, ia berada di kamarnya.

“Kau sudah bangun?Ada kabar gembira!”

Hyojung mengerutkan dahi. “Ada apa, Bu?”

“Ayahmu bilang kita tak perlu pindah dari sini.”

Kerutan di dahi Hyojung semakin kentara. “Hah? Maksud Ibu…?”

“Proyek ayahmu selanjutnya adalah mengembangkan potensi listrik yang dihasilkan angin, dan tak ada rumah tinggal yang bisa dihuni di sana.Oleh sebab itu, ayahmu memutuskan untuk pergi sendiri dan memperbolehkan kita untuk tetap disini.”

Mata Hyojung membola.“Ibu serius?”

Sang Ibu tersenyum, kemudian tubuhnya dipeluk erat-erat.

“Apa aku boleh membereskan lagi baju-bajuku?”

Wanita itu mengangguk.“Kau bisa mengajak teman-temanmu ke rumah mulai sekarang, Hyojung.Ibu juga akan menunggu kedatangan pacarmu itu, siapa namanya?”

“Ibu!”Hyojung merajuk, lalu tertawa lebar.

“Kau mau memaafkan ayahmu sekarang?” tanya beliau, pelan.

Hyojung masih tersenyum. “Aku tak pernah marah pada Ayah, Bu. Tapi kalau Ayah mengira seperti itu, aku akan meminta maaf sekarang.”

Anak gadis itu berlari ke lantai bawah, menemui sang Ayah. Sementara Ibunya masih terduduk di kasur putrinya, tak mampu menyembunyikan rasa bahagia kala melihat dua orang terpenting dalam hidupnya kini telah berbaikan.

Hari itu, untuk pertama kalinya pikiran Hyojung tidak dihantui bayang-bayang luka perpisahan.Ia bisa kembali ke sekolah sebagai senior dan memiliki kekasih. Ia bisa mendaftarkan diri sebagai sukarelawan di panti asuhan sebrang sekolah yang sedari dulu ingin ia lakukan. Ia bisa mencalonkan diri menjadi ketua bagi angkatannya tahun depan. Hyojung kini bisa melakukan apapun yang ia inginkan sedari dulu karena tak ada lagi luka yang mengancamnya akibat perpisahan.

Setelah penderitaan yang panjang, ia akhirnya bisa merasakan bahagia untuk pertama kali.

.

[6]

–Ternyata jatuh cinta seorang diri itu benar-benar merepotkan—

.

Setelah penderitaan yang panjang, ia akhirnya bisa merasakan bahagia untuk pertama kali. Yeonjoo segera meraih pensil dan kertas yang ada di sekitarnya, jemarinya dengan lincah menuliskan kalimat terakhir dari sebuah buku dongeng yang ia baca.

“Ah, kapan aku akan merasakannya juga?” Yeonjoo menyandarkan punggung pada badan kursi abu-abu favoritnya. Maniknya dengan setia memindai kata demi kata yang tertera pada sehelai kertas yang ia genggam. Gadis itu menerawang jauh, menggerakkan jari-jarinya—untuk menghitung berapa banyak waktu yang telah ia habiskan hanya untuk menyakiti dirinya sendiri.

Oppa, kau benar-benar merepotkan!”Yeonjoo melirik sebuah foto di atas meja sambil mengerucutkan bibir.

Anak tengah keluarga Yoo itu baru menyadari, kalau menjadi seorang secret admirer bukanlah hal yang mudah. Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin lebih banyak sakit yang ia dapat ketimbang kebahagiaan. Kadang ia ingin berhenti saja, tapi sialhatinya tak pernah memberikan izin itu. Karena faktanya semakin Yeonjoo ingin berhenti, ia malah semakin bertindak di luar kendali.

Bahkan nyaris mendekati penguntit atau mungkin sasaeng fans, ketimbang pengagum rahasia. Mengingatnya membuat Yeonjoo bergidik ngeri. “Sunwoo Oppa, aku harus bagaimana? Aku lelah tahu! Peka sedikit dong….” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk wajah seorang pria dalam foto.

Sekedar informasi saja, nama lelaki dalam foto itu Cha Sunwoo. Kakak kelas Yoo Yeonjoo di sekolah.Seorang gitaris merangkap rapper dalam sebuah band.Wakil ketua OSIS yang sering mangkir dari tugas.

Mengembuskan napas kasar gadis itu lantas berujar, “Ternyata jatuh cinta seorang diri itu benar-benar merepotkan.”

.

.

.

Meletakkan surat di loker target, menaruh hadiah di meja, mengambil gambarnya diam-diam, mengirimi banyak SMS motivasi, semua hal yang berbau perhatian secara sembunyi-sembunyi telah ia lakukan. Tapi, seniornya itu tidak pernah berusaha mencari tahu siapa orang yang melakukannya.

“Kenapa dia pasif sekali? Ayo diambil suratnya…” Yeonjoo tengah melakukan tugasnya sebagai seorang penggemar rahasia—level amatiran. Bersembunyi di balik dinding sambil menggigiti telunjuk. Sebuah senyum terpeta pada paras ayu Yeonjoo ketika Sunwoo mengambil surat cinta darinya(dengan amplop hitam).

Harap maklum namanya juga amatiran yang anti-mainstream, surat cinta merah jambu itu kolot. Oh iya, gadis ini tidak suka warna itu, omong-omong.

Bodohnya, ia menuliskan namanya dengan tinta hitam pada amplop itu. Niatnya sih, supaya identitasnya terjaga.Cih, naif sekali bukan?Nyatanya saat si pangeran cuek dan tak acuh padanya, Yeonjoo malah dongkol setengah mati.

.

.

.

Hari ini Yeonjoo baru saja membeli beberapa perlengkapan di toko buku dekat rumah.Sebelum pulang gadis polos itu menyempatkan diri untuk menuliskan isi hatinya kembali.Mungkin orang-orang banyak yang berpikir aneh saat melihatnya tengah senyam-senyum seorang diri.Tuhan memang adil, cantik-cantik begitu tetap saja dia tidak sempurna;ya namanya juga manusia.

Layaknya drama roman picisan, surat di tangannya tiba-tiba saja terbang terbawa angin. Lalu dengan tidak elitnya menempel pada wajah seorang lelaki. Cha Sunwoo.

Omo!Bagaimana ini?”Gadis itu panik bukan main saat pujaan hatinya berjalan mendekat.

“Jadi, dugaanku selama ini benar? YooA itu kamu ya?” ucap Sunwoo sambil menatap beberapa amplop hitam yang menyembul keluar dari tas belanjaan Yeonjoo.

“Bu-bukan kok,” Yeonjoo mengatakannya dengan terbata. Sementara pandangannya ia arahkan ke mana saja asal tidak bertemu dengan sosok di depannya.

“Padahal kalau iya juga nggak apa-apa kok.Aku malah mau bikin sebuah pengakuan.”

“Eh? Maksudnya?”

Sunwoo mengeliminasi jarak diantara mereka berdua, kemudian mengusak surai legam Yeonjoo lembut.”Jangan dikira aku tidak tahu kalau selama ini seorang Yoo Yeonjoo adalah penggemar rahasiaku.”

Rasanya langit runtuh saat itu, Yeonjoo semakin membeku kala Sunwoo mendekatkan wajah dan membisikkan sesuatu.”Aku cuma mau bilang, berhenti menyukaiku sembunyi-sembunyi.Karena aku juga menyukaimu.”

Well, meskipun amatiran begitu ia berhasil ‘kan mendapatkan atensi dai targetnya selama ini?

To Be Continue

 

 

Advertisements

Author: Yukiharu_nff

a random girl from 96 planet with O style

One thought on “[Ficlet-mix] Delight 3/4

  1. Reblogged this on winterinspring and commented:

    langsung 2x omggg….
    mumpung sempet yaa, hehe…..
    🙂

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: