OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet-Mix] Delight 1/4

Leave a comment

1467470441864[1].jpg

Delight

Ketika embusan angin perlahan menyentuh mereka, menjalarkan kebahagiaan yang tak pernah diduga sebelumnya

by Yukiharu_nff & nightskies 

Oh My Girl & other casts 

PG-13 

Ficlet-Mix 

*

[1 – nightskies]

“Yoobin?”

Panggilan itu membuatnya nyaris melompat, matanya menemukan Jiho yang berjalan ke arahnya. Sekilas, siapapun yang melihat kejadian ini tak akan menemukan sesuatu yang salah. Hanya Jiho yang sekadar menyapa Yoobin, kenapa harus seterkejut itu?

Mungkin memang seharusnya demikian. Hanya saja, kini Yoobin sedang berada di tempat dimana ia seharusnya tidak dipergoki siapapun. Terlebih oleh Jiho, gadis yang terkenal usil seantero sekolah.

“Kau sedang apa di meja Myungho?”

Ah, pertanyaan mematikan itu, batinnya sambil mengedip-edipkan mata, berusaha mencari alasan.

“Ah–oh, hai Jiho! Aku hanya… jalan-jalan! Kau tahu, ini masih terlalu pagi, dan—“

Senyum yang terhias di bibir Jiho membuatnya semakin berkeringat dingin. Gadis ini mungkin tidak tahu alasannya berada di meja Myungho, tapi Yoobin yakin Jiho tahu bahwa gadis berambut sebahu itu sedang menyembunyikan sesuatu.

“Em, ya. Aku hanya jalan-jalan, di kelasku belum ada orang.”

“Kenapa harus ke kelasku?”

“Itu—ah, karena… ya, kau tahu ‘kan? Kelasmu letaknya paling dekat dengan pohon-pohon, jadi anginnya terasa sejuk,” ujar gadis itu sambil merapikan rambut yang sebenarnya tidak berantakan.

“Ah, begitu.” Jiho kemudian meletakkan tas yang ia bawa di bangkunya dan kembali menatap Yoobin curiga.

“K-kenapa kau menatapku begitu?”

“Bagaimana, ya? Kau tahu, jika ini bukan hari ulang tahun seseorang, aku mungkin tak akan bertanya lebih lanjut,” ucap gadis itu sambil tersenyum penuh arti. “Tapi, yang terjadi hari ini justru sebaliknya. Kau ada di meja Myungho, yang hari ini berulang tahun, pagi-pagi sekali. Ditambah lagi, kelasmu dan kelas kami letaknya berjauhan. Mengaku saja, kau sedang meninggalkan hadiah di mejanya, benar ‘kan?”

“T-tidak!”

Jiho justru tertawa. “Lalu benda yang berwarna soft brown itu apa?” tanyanya sambil menunjuk kolong meja Myungho dengan dagunya.

Yoobin mengikuti arah dagu Jiho, menemukan sebuah kotak dengan warna yang disebutkan Jiho “mengintip” dari kolong meja. Ah, kenapa aku menaruhnya terlalu ujung? …Oh iya, supaya mudah diambil. Dasar bodoh kau, Yoobin!

Refleks, gadis itu mendorong kotak tersebut masuk lebih dalam ke kolong meja. “M-mana kutahu!”

“Kalau kau tidak tahu, kenapa kau sembunyikan?”

Mata Yoobin kini membulat sempurna. Keadaan darurat, keluar dari TKP sekarang!

“Em, Jiho! Aku baru ingat, aku belum menyelesaikan PR Biologi. Aku pergi dulu!” serunya sambil berjalan cepat ke arah pintu, ia harus sesegera mungkin keluar dari kelas Jiho.

“Kau belum mengerjakan PR Biologi? Tidak takut dihukum Guru Lee?”

Yoobin memilih untuk pura-pura tidak dengar; karena PR Biologi itu hanya alasan. Lagipula, mana mungkin ia belum mengerjakan PR dari guru ter-killer seantero B612 High School?

Ketika gadis itu nyaris menghela napas lega karena hanya tinggal selangkah lagi dari pintu, ia menabrak sesuatu—atau lebih tepatnya seseorang. Karena benda mati tidak mungkin mengulurkan tangannya untuk membantu Yoobin agar tidak jatuh.

“Kau tidak apa-apa, Yoobin?”

Mata Yoobin lagi-lagi membulat, kepalanya mendongak dan menemukan wajah pangeran yang ia temui dalam mimpi. Seo Myungho, siapa lagi?

“Eh, Myungho rupanya! I-iya, aku baik-baik saja. Terima kasih sudah, emm… memegangiku…?”

“Kau terlihat gugup,” ujarnya sambil melayangkan tatapan penuh kekhawatiran. “Kau sakit? Atau ada ujian?”

“T-tidak ada apa-apa!” serunya. “Aku kembali ke kelas dulu!”

Yoobin kemudian berjalan setengah lari, berbelok ke kiri, dengan kepala menunduk.

“Yoobin, bukankah kelasmu di lorong kanan?” seru Myungho, bingung.

Gadis itu memutar balik, masih dengan postur yang sama, melewati sosok Myungho yang kebingungan dan Jiho yang menahan tawa.

Sepeninggal Yoobin, lelaki itu menoleh ke arah Jiho, meminta penjelasan. Tapi gadis berambut sepinggang itu hanya tersenyum penuh arti, sembari mengetuk meja Myungho tiga kali.

“Kau akan tahu jawabannya.”


[2 – Yukiharu_nff]

—Hiduplah dengan baik—

“Kau akan tahu jawabannya.”

Sampai hari ini kata-kata itu terus berdengung di telinga Hyejin. Jawaban yang ia dapatkan dari orang asing—yang telah menggagalkan aksinya untuk mengakhiri hidup—tiga hari yang lalu.

Kalau dihitung-hitung, sudah kali kedua lelaki dengan surai kokoa tersebut menyelamatkannya. Anak tunggal keluarga Shin itu berjalan menuju balkon, lantas menumpukan dagu pada tangan kirinya yang tengah bertumpu pada besi pembatas. “Sebenarnya siapa sih, dia?”

*

Memejamkan mata dengan napas memburu, Shin Hyejin kembali melakukan aksi gilanya. Dengan tubuh gemetar dan tangis tertahan ia mulai memberanikan diri, menaiki satu persatu besi pembatas di sebuah jembatan penyeberangan. Entah apa yang telah merasukinya, akhir-akhir ini gadis itu memang lebih rapuh dari biasanya.

Ia bersikap seolah dunia dan seluruh isinya telah berkonspirasi untuk menghancurkan hidupnya. Persetan dengan sahabat. Mana ada sahabat yang menusuk temannya dari belakang?

Bukan hanya itu, sekarang orang-orang pun membencinya karena kelakuan sang Ayah yang begitu memalukan. Tidak! Hyejin tidak tahu apa-apa, sungguh. Lantas kenapa semua manusia di bumi ini seolah-olah menyudutkannya?

“Dasar jahat! Semuanya jahat!”

Hingga akhirnya ia memutuskan untuk lenyap. Ya, supaya mereka semua puas. Angin malam ini terasa lebih dingin dari biasanya, berembus perlahan membelai wajah Hyejin yang telah basah dengan airmata. Membuat anak rambutnya menari di udara, seakan memanggil siapa saja untuk mendekat.

“Satu, dua, ti—ah!”

Bruuk!

Hyejin jatuh di atas tubuh lelaki—yang telah menariknya tadi. Masih dengan mata terpejam Hyejin bergumam, “Apa aku sudah mati?”

“Hei, cepat minggir! Kau itu berat, bodoh!”

Menautkan alis, sang gadis lalu membuka mata perlahan. Suara familiar itu kembali menyambangi rungunya. “Kau lagi! Kenapa sih, hobi sekali mencampuri urusanku?!”

Tsk! Bisakah kau bangun dulu? Kau ini berat tahu! Perlu kuulangi, kau ini be—”

“Cukup! Aku bangun.” tukas Hyejin dengan wajah masam sambil mengusap airmatanya kasar. Kini keduanya duduk saling berhadapan. Hyejin terus menatap tajam sosok lelaki yang tengah membersihkan pakaian di depannya. “Sebenarnya kau ini siapa?” tanya gadis Shin dengan suara yang sedikit melunak.

“Terima kasih.”

“Eh, apa?” jawaban dari penolong Hyejin sukses membuat keningnya berkerut. Apa dunia benar-benar sudah terbalik? Kenapa jadi dia yang berterimasih pada Shin Hyejin? Manik cokelat itu menatap Hyejin lekat, seulas senyum terukir setelahnya.

“Terima kasih, Hyejin. Karena telah mengobati sayapku lima tahun yang lalu.”

“Sayap?”

Mengangguk, lelaki itu lantas memeluk Hyejin. “Hiduplah dengan baik. Terima kasih karena telah membuatku kembali terbang tinggi setelah terjatuh dengan luka yang dalam. Kau pun harus seperti itu, mengerti?”

Tubuh Hyejin membeku sempurna, sebuah film berputar di kepalanya. Di mana ia mengobati dan merawat seekor merpati putih yang sayapnya terluka parah. Hingga akhirnya burung itu kembali terbang (walaupun sebenarnya Hyejin menangis seharian penuh setelah melepaskannya.)

“Aku pergi, dan ingat! Hiduplah dengan baik dan turunkan berat badanmu,” ucap lelaki itu dibarengi kekehan yang renyah.

Jeda sejemang, semilir angin lembut kembali membelai Hyejin. Perlahan tubuh pria di hadapannya diselimuti cahaya keperakan sebelum akhirnya berubah menjadi seekor merpati putih. Kemudian terbang tinggi, meninggalkan Hyejin seorang diri.

Gadis itu masih terpaku, mungkinkah ia bermimpi? Lelaki yang selama ini menolongnya ternyata merpati putih yang begitu ia rindukan eksistensinya. Dengan senyum mengembang, Hyejin kembali bergumam. “Terima kasih, karena telah menemuiku kembali.”

-to be continued-

Author: yournightskies

ubah niat baik menjadi aksi baik.

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: