OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet] Help Me

2 Comments

help me!

fic by ohclaren

[SVT] Jihoon [OMG] Yooa

genre school life fluff rated teens length vignette

.

Ibu selamatkan aku!

.

Jihoon baru setengah jalan menyalin tugas geometri milik Jeonghan ketika suara cempreng itu terdengar menembus ke dalam koklea-nya yang tersumbat earphone. Melirik lewat ekor matanya, Jihoon bisa melihat pemilik suara cempreng itu berputar-putar di depan kelas memamerkan boots pink electric barunya lengkap dengan ransel Supreme bewarna senada.

Jihoon tanpa sadar mendecih mengikuti anak-anak gadis di belakangnya, well Jihoon tidak iri dengan boots dan ransel milik suara cempreng itu—dia seorang namja yang benci segala sesuatu berbau pinky—satu-satunya yang ingin Jihoon miliki darinya adalah tubuh tinggi menjulangnya.

Penasaran, apakah sejak lahir dia sudah dicekoki obat peninggi badan oleh Ibunya atau semua memang takdir tuhan. Saat seseorang di luar sana harus membungkuk untuk dapat masuk ke dalam pintu kereta, di sini Jihoon bahkan harus menjijit untuk mengambil kotak sereal yang berada di rak minimarket.

“Jangan serakah. Geser sedikit!”

Menyedihkan saat Jihoon harus mendongak demi bisa melempar tatapan sebal pada gadis bersuara cempreng yang melempar ransel pink electricnya tepat di sebelah Jihoon. “Pinjam punya Seokmin sana. Jangan ganggu aku.”

“Ya. Kau lupa siapa aku oeh Lee Jihoon?”

Jihoon merotasikan bola matanya malas, permainan ‘Ayo Tebak Siapa Anak Pemilik Sekolah’ kembali dimulai.

“Ahh…benar aku Yoo Yeonjoo. Putri tunggal dari Kepala Yoo—jadi geser atau kau akan kupecat.” dia menjawab pertanyaannya sendiri dengan nada dramatis disertai kibasan dari rambut.

Ancaman kekanakan yang sekali dua kali terdengar—tiap menit—sepanjang hari sekolah berlangsung yang sialnya dimana Jihoon baru ketahui faktanya bahwa hanya dirinya yang mendapat ancaman seperti itu. Jihoon tahu dia tak pernah sungguh-sungguh mengatakannya tapi tetap saja hal itu selalu membuat telinganya memanas.

Jihoon menggeser sedikit pantatnya menyisakan ruang untuk Yeonjoo dan rok coklat barunya, ini bukan masalah dia akan dipecat. Kepala Sekolah akan pasti memilih gantung diri daripada harus memecat murid terbaik di sekolahnya yang sayangnya tanpa sepengetahuan beliau saat ini berebut contekan bersama putri tunggalnya. Jihoon hanya tak ingin beradu mulut dengan Yeonjoo mengingat waktu untuk menyalin dua puluh jawaban soal geometri tinggal beberapa menit lagi sebelum bel berbunyi.

“Aku tidak sempat mengerjakannya karena ada pemotretan kemarin.” Yeonjoo memberikan alasan mengapa pemegang peringkat kedua seperti dirinya tidak mengerjakan tugas, tanpa perlu Jihoon bertanya. Dan dia mulai mengeluarkan alat tulisnya—serba pink—sedikit menyikut lengan Jihoon sebelum ikut menyalin pekerjaan Jeonghan.

“Sudah kubilang pinjam punya Seokmin saja sana.” desis Jihoon gemas, gemas karena keberadaan Yeonjoo hanya mengaburkan konsentrasinya di kuartal waktu yang sangat sempit ini.

“Tulisannya seperti ceker ayam. Aku tidak suka.”

Jihoon mulai ngerundel betapa Yeonjoo sangat suka mengganggu hari damainya di sekolah. Pada hari lain keseharian Yeonjoo adalah mengerjai Jihoon, mengatainya pendek hanya karena dia mempunyai tubuh yang lebih tinggi, mengancamnya seperti diatas setiap Jihoon mulai mengabaikan dan melawannya.

Jihoon bahkan sempat mendaftar menjadi haters seorang Yoo Yeonjoo ketika dengan nistanya gadis cempreng itu mendaftarkan Jihoon pada acara noyeting festival sekolah musim panas lalu. Hell yeah dan dia terjual dengan harga 1 juta won, tebak siapa yang membelinya? Got it, Yoo Yeonjoo sendiri. Tebak apa yang dilakukannya? Great, mengajak Jihoon menjadi pembawa acara kuliner dengan mencicipi semua hidangan di kedai, restaurant dan caffe yang ada di Gangnam. Jihoon bersumpah bahwa perutnya sudah akan meledak jika saja dia tidak ingat dengan time limit yang sudah berakhir.

Ayo fokuslah, Lee Jihoon!

Setelah mensugesti dirinya sendiri, Jihoon berusaha fokus pada enam soal terakhir yang tersisa mengabaikan senandung riang yang keluar dari bibir Yeonjoo dan kepalanya yang bergerak ke kiri dan ke kanan seirama.

Jika tak ingat betapa kejamnya Guru Kang dalam mengeksekusi murid yang tidak mengerjakan tugas, atau jika saja Jihoon tidak meninggalkan buku tugasnya di perpustakaan kota maka dia tidak perlu repot-repot menghabiskan beberapa menit terakhir sebelum bel berbunyi bersama gadis rubah ini.

Deg!

Jantung Jihoon baru saja berpindah tempat dengan limpanya, ketika Yeonjoo yang sedetik lalu menguap kini menjatuhkan kepalanya di pundak Jihoon.

“Y-yaa…jika kau mengantuk tidurlah di ruang kesehatan.” suruh Jihoon berusaha menjauhkan kepala Yeonjoo dari pundaknya, tapi sekali lagi apapun usaha Jihoon untuk menjauh darinya tidak pernah berhasil.

“Umm, berisik.” balas Yeonjoo kembali menguap sementara tangan kanannya masih bergerak konsisten menyalin pekerjaan Jeonghan. Tanpa tahu bahwa sesuatu di dalam diri Jihoon sedang bergejolak.

Wajah Jihoon memanas, lebih panas dari wajan yang biasa Ibunya gunakan untuk membuat dadar. Blank! Bahkan dia tak tahu apa yang sedang tangannya coba tulis sekarang. Otaknya malah memutar adegan nista yang mana berusaha Jihoon untuk lupakan meskipun seluruh dunia masih mengingatnya sebagai sejarah penting.

Dua minggu lalu, dalam festival musim panas sekolah. Yoo Yeonjoo berlari keatas panggung setelah memenangkan tawaran tertinggi atas noyeting untuk Jihoon, membuat seluruh sekolah menjerit-jerit dan setengahnya lagi berteriak heboh setelah Yeonjoo sedikit menunduk untuk mencium Jihoon. Mencium-bibir bertemu bibir-di depan seluruh sekolah-di depan ayahnya sendiri.

Wajah Jihoon rasanya terbakar bahkan hanya dengan mengingatnya, deru nafas Yeonjoo yang menggelitik pipinya  sama sekali tak membantu dalam keadaan ini, pun dengan jam dinding yang mengingatkannya pada kuartal waktu yang semakin menyempit. Batinnya berteriak frutasi.

“IBU SELAMATKAN AKU!!”

.

—Fin.

 

talk-talk

  1. Noyeting, sejenis tradisi di sekolah Korea sana, para cowo2 akan di lelang cem di Webtoon Looksim itu. Yang menang bisa ngajak cowonya kencan dan disuruh-suruh sesuka hati.
  2. Girls in luv soon di post /ga nanya.ga nanya/
  3. Iyah padahal pen putus sama typo, tapi dia-nya ga mau putus. Dah cinta mati.
  4. See yah!

 

Advertisements

Author: ohclaren

Don't worry I am slow driving type but please stop copying meh

2 thoughts on “[Ficlet] Help Me

  1. Reblogged this on WINDY WONDERLAND and commented:

    I think it would be
    The most freaking couple I have ever made

    Like

  2. Kasihan maz pendek :v

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: