OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[EOMG] #5 Elegy: Forest

9 Comments

image
by nightskies

#5 Elegy: Forest

Oh My Girl‘s Seunghee

Side: Lovelyz’s Babysoul [Soojung], Infinite’s Sunggyu
Mentioned: Lovelyz’s Kei [Jiyeon], TWICE’s Nayeon, CLC’s Seunghee, GFriend’s Sowon [Sojung], Seventeen’s S.Coups [Seungcheol]

Angst, Sad, slight!Crime

Ficlet

PG-17

Kata mereka, perbuatan baik tidak pernah sia-sia. Hyun Seunghee menertawakan siapa pun yang mengatakan itu. Mungkin orang itu terlalu baik, atau terlalu polos.

disclaimer: only the poster and storyline are mine. even though the rest are not, plagiarism is still RESTRICTED.

[#1 Elegy] – [#2 Elegy] – [#3 Elegy] – [#4 Elegy]

*

“Kau tahu sebenarnya kau bisa menolong, Seunghee-ssi,” ucap Soojung sambil menatap gadis di hadapannya dengan tak senang. “Tapi kau biarkan beberapa temanmu terbakar di hutan itu.”

“Aku tidak mungkin menolong mereka satu per satu, Polisi Soojung,” balas Seunghee. “Aku hanya punya dua kaki dan dua tangan, sementara peserta camping yang tewas melebihi dua puluh orang.”

“Kau tahu bukan itu maksudku.”

“Aku hanya menjawab apa yang kau tanyakan.”

“Kenapa kau setidaknya menolong beberapa di antara mereka? Teman baikmu, misalnya.”

“Aku tidak punya teman baik.”

“Bisa kau jelaskan padaku kenapa kau tak menolong siapapun, tapi justru meninggalkan lokasi kemah?”

Seunghee tersenyum tipis. “Apa kau pernah mendengar mereka berterimakasih atas kerja kerasmu, Polisi Soojung?”

“Kau mengalihkan pembicaraan?”

“Bukan aku, tapi kau. Sedari awal kau menginterogasiku, aku selalu menjawab tanpa bertanya.”

Soojung menghela napas, mulai tak tahan dengan sikap angkuh gadis ini. “Tidak pernah. Memangnya kenapa?”

Seunghee membelalak, lalu bertepuk tangan. “Aku kaget kau tidak mengangkat pistolmu dan menembak mereka yang pernah kau tolong tanpa ucapan terima kasih, Polisi Soojung.”

Soojung menyipitkan mata, tidak paham.

“Aku ingin menceritakan sedikit tentang peserta camping yang tewas hari ini. Percaya padaku, kau mungkin akan sama geramnya denganku dan membuatmu ingin menembak mayat mereka.”

Seunghee menegakkan posisi duduknya, lalu menatap Soojung lekat-lekat.

“Saat kami sampai di hutan itu, temanku yang bernama Kim Sojung jatuh saat turun dari bis. Aku kebetulan ada di dekatnya, dan aku membantu. Setelah ia berdiri, ia malah menatapku datar lalu berbalik pergi, menemui teman-temannya tanpa berkata apapun. Ketika kami disuruh membangun tenda, teman sekelompokku yang bernama Kim Jiyeon tertimpa tenda karena ia salah meletakkan paku. Setelah aku berhasil menariknya keluar, ia tidak berkata apapun dan langsung memperbaiki paku itu sendiri.”

“Hanya karena itu?”

“Aku belum selesai,” balas Seunghee. “Ketika kami melakukan aktivitas di tebing dekat pantai, temanku yang bernama Im Nayeon terjatuh dari tebing itu dan aku harus berenang cukup jauh demi menyelamatkannya. Aku berhasil menariknya ke tepian, dan ia berterimakasih. Tapi begitu kami tinggal berdua, ia memarahiku. Katanya, aku seharusnya tidak sok pahlawan. Ia pura-pura jatuh demi menarik perhatian Choi Seungcheol, teman kami yang Nayeon sukai. Ia bahkan mendorongku hingga punggungku membentur batang pohon.”

Soojung menelan ludah. Ia pasti kesal jika berada di posisi Seunghee.

“Terakhir, temanku yang bernama Oh Seunghee,” ucap gadis itu sambil menatap langit-langit ruang interogasi dengan nelangsa. “Ia digigit kalajengking saat akan membuat api unggun. Aku mengobatinya hingga sembuh, dan ia malah mengusirku. Ia bilang tak butuh bantuanku.”

Soojung nyaris saja menangis mendengar cerita itu. Gadis ini sabar sekali, tidak seperti dugaanku.

“Jadi, katakan padaku, Polisi Soojung. Kenapa aku harus memberitahu pimpinan pelaksana perkemahan bahwa sebelum aku tidur, aku melihat komplotan penebang ilegal yang akan membakar hutan tak jauh dari perkemahan kami, jika pada akhirnya mereka tak akan menghargaiku? Untuk apa aku menolong jika aku tak menerima ucapan sesederhana ‘Terima kasih’? Aku sama sekali tak mengharapkan uang dari pertolonganku, aku hanya ingin dihargai. Setidaknya dengan senyum tipis. Tapi mereka memilih untuk tidak menghargainya, dan aku hanya ingin mereka tahu bahwa aku bisa melakukan hal yang sama.”

Lagi-lagi, ruang interogasi itu diselimuti keheningan.

“Tak masalah jika kau mau menahanku, Polisi Soojung. Aku tak akan memohon belas kasihmu untuk melepasku. Aku pun tak akan berterima kasih jika kau melepasku. Aku sudah lelah berbuat baik. Bisa jadi, jika kau melepasku, aku akan berbuat kejahatan. Tak apa, masukkan saja aku ke penjara.”

“Aku bisa saja benar-benar menahanmu jika kau benar-benar akan melakukan kejahatan, Seunghee-ssi,” balas Soojung, sedikit tergetar.

“Baiklah, kalau itu keputusanmu. Tapi, beritahu aku, Polisi Soojung. Untuk siapa kau lakukan itu?” tanya Seunghee, dengan nada penasaran yang dibuat-buat. “Masyarakat? Mereka tak akan berterima kasih padamu. Orangtuaku? Mereka akan membencimu. Pimpinanmu? Terlalu sibuk dengan urusan kejahatan yang lebih berat dari kasus ini. Kenapa harus repot-repot?”

Soojung menggeletukkan giginya, geram mendengar kalimat gadis itu yang terkesan pamrih dan egois.

“Polisi Soojung,” panggil pimpinan polisi melalui speaker. “Interogasi cukup sampai disini.”

“Kau dengar pimpinanmu, Polisi Soojung?” tanya Seunghee. “Apa ia berterima kasih karena kau telah membantunya mengusut kasus ini?”

“Diam kau, Bocah,” hardik Soojung.

“Tinggalkan dia, sekarang!” seru Sunggyu, pimpinannya.

“Jika aku jadi kau, aku sudah mengangkat pistolku dan menembaknya.”

Soojung keluar dari ruangan itu, menatap pimpinannya dengan sedikit gemetar.

“Kau nyaris terhipnotis dengan kata-kata gadis itu,” ucap Sunggyu. “Aku baru dapat laporan dari tim medis perihal Seunghee-ssi. Gadis ini mengalami auditory hallucinations*.”

“Apa?” Soojung membelalak. “Apa itu artinya…”

“Kejadian yang ia ceritakan tidak nyata. Semua hanya halusinasinya saja.”

“Lalu, apa yang sebenarnya terjadi?”

“Menurut beberapa teman dekat korban, Sojung-ssi, Jiyeon-ssi, Nayeon-ssi, dan Seunghee-ssi sebenarnya berterimakasih pada gadis itu. Mereka bahkan berjanji untuk mengajak Seunghee pergi bersama setelah pulang dari perkemahan. Halusinasi yang dialami gadis itu disebabkan oleh trauma masa kecil. Orangtuanya berkata padaku bahwa tetangga seusianya pada masa itu selalu memperlakukan Seunghee dengan buruk.”

Sunggyu menatap Seunghee yang kini balas menatapnya, padahal ruang interogasi itu memiliki kaca satu arah, yang itu berarti Seunghee seharusnya tak dapat melihatnya dan Soojung.

“Bagaimana dengan kebakaran itu? Apa hal itu termasuk halusinasinya juga? Maksudku, tentang komplotan penebang ilegal itu.”

“Hal itu benar adanya. Di dekat perkemahan, ada empat pria dewasa ditangkap karena ketahuan membakar hutan. Tapi ‘halusinasi’ Seunghee menyuruh gadis itu untuk meninggalkan lokasi tanpa pamit. Beberapa teman Seunghee sebenarnya melihat kepergian gadis itu, tapi tak sempat melapor karena pimpinan penyelenggara kemah sudah tidur.”

Soojung bergidik ngeri. “Jadi, apa yang akan kau lakukan pada Hyun Seunghee?”

“Apalagi, selain membawanya ke rumah sakit jiwa?”

Auditory hallucinations* = Gangguan kejiwaan dimana penderitanya akan mendengar suara dari dalam dirinya. Di beberapa kasus, penderita gangguan ini mendengar makhluk imajiner berbicara padanya. Bisa berupa hal baik, tapi kebanyakan hal-hal yang berbahaya, seperti menyuruhnya bunuh diri atau menyakiti orang lain.

*

>night’s blabber<

Seunghee yang manis, kucinta padamu, sungguh T.T Maaf telah menistakanmu seperti ini(?)

And I choose Babysoul as side-character because she is Seunghee’s biggest fan :3 Apa cuma aku yang masih belum bisa move on dari behind the show-nya Lovelyz bareng Oh My Girl? Juga Jiae yang ngasih jeruk ke Binnie?

[Duh, jeruknya jauh di Korea, tapi manisnya berasa sampe sini :3]

Dan kenapa aku pilih Sunggyu? Karena aku ngeship dia sama Babysoul Karena aku belum familiar dengan OMG’s sunbae a.k.a B1A4 u,u Maaf ya, semoga tidak mengurangi keseruan ceritanya^^

Dan lagi, kenapa aku pilih semua korbannya 95liners sementara Seunghee-nya sendiri line 96? Itu karena aku kira awalnya Seunghee line95.-. Hehe maafin aku (lagi)~

Jangan lupa isi kolom komentar, dan sampai jumpa di seri berikutnya!^^

Advertisements

Author: yournightskies

ubah niat baik menjadi aksi baik.

9 thoughts on “[EOMG] #5 Elegy: Forest

  1. Yampuun my baby Seunghee dinistakan sama kamu night~ 😱 tapi entah kenapa karakternya masuk banget sama Seunghee ya?
    Duuh aku jatuh cinta sama ceritamu yang ini 💕

    Eh minta link videonya behind the show doong~ aku ga nemu niih 😭

    Btw, pas kamu mention auditori hallucination kenapa yang terlintas di pikiranku malah lagunya tante Jang Jae In sama Wonwoo Seventeen ya? /abaikan

    Like

  2. Uyeeee sama sama~
    Jangan lupa untuk menistakan 3 maknae line yang lain ya~ ㅋㅋㅋ 😆

    Gegara windy day aku jadi pengen bikin genre fantasi ni night 😆 /curhat abaikan/

    Liked by 1 person

    • HAHAHA siap deh ka😂 tapi kayaknya hatiku ga bakal tega nistain mereka huhu~
      UH KAK YAAMPUN WINDY DAY aku muter2 terus itu lagu. btw aku tunggu juga tuhh ff fantasy-nya kak jella hehehe~

      Like

  3. Aku jg kesel bgt sama orang2 yg ga tau terima kasih. Oke ga usahlah bilang begitu, tpi seenggaknya dihargai jgn dianggap ga ada terus. /lah,lah malah curcol/
    sukaaa ❤
    aku lg ga pengen ngomentarin tentang EYD yaa, krn aku terlalu hanyut dlm ceritanya. Dan entah kenapa aku ngerasa pas bgt karakternya, hehe

    b1a4 ya? Huwaaa aku kangen mereka T.T

    Liked by 1 person

  4. Pingback: [EOMG] #6 Elegy: Beach – OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

  5. Pingback: [EOMG] #7 Elegy: Stars – OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

  6. Pingback: [EOMG] #8 Elegy: Night Sky – OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Leave a Reply to jellajellii Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: