OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet] – Good Night Kiss

3 Comments

image

Starring:
Oh My Girl’s Mimi and Seventeen’s Jeon Wonwoo

AU | PG-17 | fluff, Romance | Ficlet

All cast not my own, but this is my plot! Dont be plagiator!

Happy Reading~

“Sweetest kiss for good night kiss”

Seorang Jeon Wonwoo selalu ingin dianggap ‘gentleman‘ oleh semua orang, termasuk Mimi. Meskipun setiap kencan, dia selalu mengantar Mimi pulang, tapi sampai sekarang Wonwoo tak pernah mampir ke apartement Mimi barang sekali.

Jangankan mampir, pattern key handphone Mimi saja dia tak tahu, apalagi password pintu apartement Mimi. Gadis itu bukannya tak pernah mengajak Wonwoo mampir ke apartementnya, hanya saja, Mimi saat ini tinggal sendirian. Apa kata orang tua Mimi di Busan jika melihat anak gadisnya sering dikunjungi lelaki?

Bukannya tak mengenal kedua orang tua Mimi, Wonwoo bahkan memahami dengan baik siapa mereka, bagaimana sifat mereka, dan harapan mereka pada anak gadis satu-satunya. Memang sih Wonwoo dan Mimi tinggal di Seoul untuk bekerja, tapi apa ini adil bagi seorang Jeon Wonwoo? Bagi para lelaki, tentu jawabannya adalah “TIDAK“.
.
.
Tiit..tiit tiit.. Tiiiiiiiiiiiiiit…..

“Aish! Kalau bukan tanggal ulang tahunku atau ulang tahunnya? Lantas apa passwordnya? Apa jangan jangan……..” Wonwoo menggerutu, masih mencoba memecahkan password pintu apartment Mimi.

Tiiiuuiiit ceklek

“Astaga, ternyata passwordnya ini. Sial!” mengutuk dirinya sendiri lalu masuk kedalam apartment Mimi.

Apartment Mimi memang bukan apartement mewah nan besar seperti yang ada di daerah Myungdong ataupun Gangnam. Hanya apartment sederhana 2 lantai, 4 ruang, tanpa sekat. Selain itu apartmennya terlihat nyaman.

Saat masuk, Mimi baru saja keluar dari kamar mandi. Dengan kaos kebesaran, celana pendek dan handuk setengah basah yang bertengger di kepalanya, membelalakkan mata kecilnya.

“Ya! Jeon Wonwoo! Kenapa bisa masuk? Bukannya kamu tak tahu passwordnya?” masih bingung kenapa pria jangkung ini bisa masuk dengan mudah.

“Eii, aku tahu passwordnya kok. Tanggal debut Oh My Girl kan?” katanya sambil lalu kemudian duduk di kasur empuk milik gadis rambut panjang itu.

“Terus sekarang mau apa kesini? Sudah sana cepat pulang!” Mimi sudah melipat tangannya di depan dada sambil menatap Wonwoo kesal.

“Noonaku ini jahat sekali. Aku lapar Noona,bagaimana jika semangkuk mie untukku?”

“Setelah makan mie cepatlah pulang.” Mimi memutar bola matanya lantas menuju dapur mini di apartemennya untuk masak mie.
.
.
Bukannya Mimi membenci Wonwoo datang ke apartmentnya, bagaimana bisa seorang gadis menolak dikunjungi oleh kekasihnya sendiri? Namun, sebelumnya mereka adalah sahabat baik, Mimi takut menjadi canggung. Tapi sepertinya itu tak berlaku bagi Wonwoo.

“Hmm, seperti biasa, mie buatan Noona memang enak,” suapan terakhir dari mangkuknya. Yang dipuji hanya diam saja menatap Wonwoo.

“Sudah makan kan? Ayo pulang.” Mimi langsung menarik tangan Wonwoo sesaat setelah menaruh sumpitnya.

Dengan sekuat tenaga Mimi mencoba menarik Wonwoo dari posisi duduknya, tetap saja tenaganya kalah dengan tenaga Wonwoo.

“Tapi aku kan belum minum~ buatkan aku kopi Noona.”

Apalagi kali ini? Kopi? Mimi yakin Wonwoo punya rencana tersembunyi. Karena kalah tenaga, akhirnya Mimi menyerah lalu berbalik menuju dapurnya lagi, membuatkan Wonwoo kopi.
.
.
Dalam 30 menit saja mug berwarna jingga itu sudah kosong. Segeralah tatapan Mimi yang semula “bersabarlah Mimi” menjadi “cepatlah pulang kau Jeon Wonwoo!”. Wonwoo yang melihat perubahan cahaya mata Mimi sepertinya pura-pura tak tahu. Karena takut Wonwoo akan minta macam-macam lagi, Mimi segera menarik lengan Wonwoo dengan sekuat tenaga dan mendorong punggung bidangnya menuju pintu. Bukan seperti sebelumnya yang menolak dengan jelas, kali ini Wonwoo hanya mendorong punggungnya kearah berlawanan.

“Baik, baiklah aku pulang, tapi Noona harus mengabulkan 1 permintaanku lagi,” kata Wonwoo setelah berlalik badan tiba-tiba.

“Apa?” Mimi sudah mulai kesal terhadap tingkah lelaki jangkung berkacamata di hadapannya.

“Cium dulu,” Wonwoo melakukan aegyo dengan mem-pout-kan bibirnya. Mendengar itu, dua bola mata Mimi membulat seketika. Antara kaget dan kesal, Mimi mulai berpikir cara lain supaya bisa menyuruh Wonwoo pulang. 

“Kalau Noona tak mau ya sudah aku tidur disini saja malam ini,” sambil lalu menuju ranjang yang di dudukinya tadi.

“Baiklah.” Lengan Mimi segera menghadang langkah Wonwoo sebelum ia melangkah lebih jauh. Wonwoo tersenyum penuh kemenangan.
Sekarang Wonwoo sudah di hadapannya. Bingung harus memulai dari mana akhirnya Mimi memberanikan diri memegang kedua pipi Wonwoo lalu berjinjit.

Chuu~

Ciuman singkat mendarat di bibir Wonwoo.

“Sudah pulang sana,” suara Mimi bergetar, bola matanya tak mampu menatap Wonwoo, pipinya bersemu. Namun, sepertinya Wonwoo belum mendapat hal yang dia mau.

“Kim Mi Hyun Noona, apa kau bisa menyebut itu sebuah ciuman?” dengan sedikit kesal dia membuka kacamatanya, menaruhnya di saku.

“Lalu bagaimana? Apa itu tak cukup?” Tanya Mimi memberanikan diri menatap lawan bicaranya saat ini.

“Tidak. Tentu tidak cukup.” Sekarang Wonwoo sudah berjalan mendekat, satu langkah, dua langkah, tiga langkah. Membuat Mimi mundur teratur hingga akhirnya Mimi sudah tak bisa mundur lagi dihadang tembok apartmentnya sendiri.

Wonwoo masih memandang Mimi, kali ini bukan tatapan usil seperti yang biasa Mimi lihat, tapi tatapan penuh kasih. Wonwoo meletakkan tangannya di pipi dan leher Mimi, menyalurkan rasa hangatnya, lalu mendekatkan wajahnya perlahan hingga jaraknya semakin menipis.

Tangan Mimi mengepal erat ketika wajah mereka sudah sangat begitu dekat.  Deru nafas Wonwoo membuat jantungnya berdegup kencang tak karuan. Wajah Mimi mulai bersemu merah dan badannya seperti patung es, kaku tak bisa bergerak.

Cuuuuuuuuuuuup~

Bagai sinar matahari yang mencairkan salju di musim semi,  bibir Wonwoo seperti mengalirkan kehangatan pada tubuh Mimi. Membuat tangan dan badan kakunya menjadi lebih santai. Menikmati apa yang Wonwoo lakukan.

Setelah cukup, Wonwoo melepaskan tautannya pada Mimi. Menatap gadis itu tepat pada kedua maniknya. Memberikan kecupan singkat pada kening bibir Mimi sekali lagi.

“Keringkan rambutmu sebelum tidur. Aku tak ingin Noona-ku sakit, paham?” bisiknya tepat di telinga Mimi. Membuat jantungnya kembali berdegup kencang, sehingga bukan kata-kata yang keluar dari bibir mungilnya. Hanya anggukan.

“Aku pulang dulu ya, besok setelah pulang kerja aku mampir. Good night my lady,” mengusap pipi Mimi yang sekali lagi bersemu dengan senyuman, lalu pergi meninggalkan gadis itu. Masih berdiri melihat punggung Wonwoo menjauh.
.
.
.
Fin

Halooo jella balik lagi sama Mimi – Wonwoo~
Maaf ya belum bisa ngelanjutin babysitter series 😦 lagi sibuk banget niih~
Maaf juga ngepostnya selalu tengah malem hehe 🌌
Fanfic ini aku tujukan buat para MIRACLE dan CARAT yang tanggal 9 nanti ujian nasional~ 파이팅!! 💪
Terutama buat anak lesku yang badung badung, semoga lancar 😄
Duuh, jadi banyak ngomong kan~ langsung ya kritik sarannya 😆 ditunggu~

Advertisements

3 thoughts on “[Ficlet] – Good Night Kiss

  1. suka,aja sama ini jalan,ceritanya 🙂

    Like

  2. PARAH NIH PARAHHHHH WONU MAKAN APA SIH KOK MENDADAK GANJEN BEGINI HIH.
    ini terinpirasi dari reply 1997 bukan kak??? soalnya kebetulan aku juga suka scene itu sih HAHAHA dan bayangin wonu jadi seo in guk pas cium eunji gitu duh hati teteh gak kuat dek :”””””” /nosebleed/ /pengendiciumjuga/ /hush/
    aku siap baper untuk fic fic selanjutnyaaa :”””

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: