OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet] Kuat

6 Comments

Kuat

Kuat

By Ravenclaw

Starring with

Jiho (OMG’s) and Binnie (OMG’s)

Fluff, Sad, Friendship, So Sad | Ficlet | PG-13

She’s so strong

So alone

persembahan untuk eka

Dulu aku pernah melihat kejadian itu saat aku masih kecil, kira-kira umurku saat itu enam tahun. Saat itu aku baru pertama kali masuk sekolah dasar oleh orang tuaku, aku sedang semangatnya menulis, menggambar, atau apapun itu yang penting hatiku senang.

Hingga saat itu ibuku menarikku ke kamarnya, memakaikan baju yang lebih sopan lagi. Aku menatapnya dengan kebingungan.

“Ibu, kita akan pergi kemana?”

Dia hanya tersenyum kecil melihat wajah polosku. Wanita kesayanganku itu hanya mengatakan kalau kita harus pergi sekarang sebelum semuanya terlambat.

Saat itu aku tidak tahu apa-apa kala seorang wanita tua tengah tertidur lelap dengan pakaiannya yang serba putih, ditaruh di tengah keramaian yang ditemani sebuah peti yang juga ikut membungkusinya.

Aku bingung saat itu, dan aku kembali menatap ibuku.

“Nenek kenapa? Kok tidurnya lama sekali?”

Dan ibu hanya tersenyum lagi kemudian membaca alkitab dengan suara lembutnya.

Aku kembali terdiam sembari mendengarkan suara pendeta yang mengucapkan doa yang tertulis dalam alkitab.

Itu dulu.

Kini aku mengerti semua itu kala aku mengunjungi rumahnya bersama teman-temanku. Rautnya mendung dibalik kulitnya yang putih. Ia terlihat cantik dengan gaun hitam saat menyambut kami.

“Binnie…” itu kalimat pertamaku sembari memeluk tubuhnya yang rapuh.

Gadis itu hanya tersenyum getir, bibirnya sedikit bergetar yang dihiasi bekas linangan air matanya.

“Sana, masuk dulu. Aku harus mempersiapkan sajian buat kalian,” itu kalimatnya setelah beberapa detik ia tak menanggapi panggilanku. Aku tahu ia akan mengucapkan itu.

Aku mendudukkan diri diantara teman-temanku yang sudah duluan masuk ke rumah Binnie. Kami semua masih mengenakan seragam karena kami berangkat bersama dari sekolah sehabis pelejaran usai, tepatnya setelah pengumuman itu disiarkan.

Tak lama kemudian gadis itu masuk, ia paksakan tersenyum kala kami tengah berbincang dalam suara yang amat pelan.

Binnie menjejeriku dan langsung menangis di bahuku.

Respon pertamaku adalah memeluknya erat.

“Binnie…” ujar Mihyun yang juga ikut memeluk kawanku tersebut.

“Ikhlaskan saja, Binnie,” kata Hyojung sembari mengelus punggungnya yang naik turun tak beraturan.

Kami semua menangis kala yang lain tengah khidmat membaca alkitab.

Gadis itu kehilangan sosok penyemangatnya, yang ia sebut ayah.

Sosoknya saat ini tengah tertidur di dalam peti yang sengaja taruh di tengah-tengah ruangan yang besar, lelap sekali tidurnya. Sosok laki-laki itu sudah dibalut jas yang amat rapi seperti hendak berangkat ke kantor seperti biasanya. Tapi, kali ini berbeda.

Laki-laki itu pergi ke haribaan Tuhan dengan tenang.

Binnie masih menangis kala bacaan alkitab sudah selesai. Aku teringat saat hendak pergi ke rumahnya, kami menemui neneknya yang tengah duduk tenang memegang alkitabnya.

“Permisi, nek. Apa di dalam ada Binnie?”

Perempuan tua itu tersenyum mengangguk, matanya terlihat memerah.

“Ayahnya yang kandung atau yang tiri, nek?” tanya Hyojung saat itu.

“Yang kandung,” jawabnya dengan suara sedikit bergetar.

“…”

“Ayahnya yang itu tidak pernah mengurusinya dan adiknya sejak mereka lahir, makanya Binnie dan adiknya yang mengurusinya adalah saya dan ibunya.”

Jujur saja, aku baru mengetahui sebuah fakta yang mengejutkan di balik wajah garangnya Binnie. Ia tidak pernah mendapat kasih sayang dari ayah kandungnya sejak lahir dan sayangnya kedua orang tuanya juga bercerai. Aku sebagai sahabat karibnya baru mengetahui ini, begitu juga dengan Mihyun dan Hyojung.

Gadis itu termasuk tertutup, meskipun sifatnya garang dan paling kuat diantara kami berempat. Baru kali ini aku melihat Binnie begitu rapuh di hadapanku.

Kemarin Binnie mengajakku untuk bersantai di atap sekolah sehabis pelajaran usai.

“Dari kemarin jantungku berdetak tidak seperti biasanya, Jiho,” itu ujarnya setelah aku menanyainya beberapa kali mengenai maksudnya mengajakku kea tap sekolah.

“Tanganku dan jari kakiku dingin juga dari kemarin,” itu lanjutannya kala aku bertanya mengapa jarinya begitu dingin.

Dan saat aku memeluknya untuk bersabar, napasnya terlihat sesak, tidak beraturan iramanya. Matanya terlihat berkaca-kaca meskipun dirinya tidak bisa menangis akunya.

Dibalik sikapnya yang seenaknya ia yang paling kuat diantara kami, secara batin.

Adiknya selalu pergi entah kemana tidak mau menemaninya dan selalu pulang larut malam, ayahnya yang tidak mau mengakuinya dan adiknya sejak lahir memutuskan ibunya untuk mencari penggantinya yang baru.

Ia terlihat kuat dari luar, tapi sangat sendirian di dalamnya.

Napasku sesak mendengar kenyataan yang harus dialami Binnie sejak lahir, dan aku merasa sangat berdosa tidak bisa mengetahui posisinya, terlebih aku adalah sahabatnya yang seharusnya tahu apa yang dirasakannya.

Aku kembali menghapus air matanya sekali lagi saat Binnie terlihat sesenggukan, wajahnya memerah menahan emosi.

Saat ia membenamkan kembali wajahnya ke bahuku, ia berbisik dengan sangat pelan.

“Firasatku benar, kan, Jiho?”

Aku hanya mengelus rambut pendeknya dengan lembut.

“Itu semua sudah ada yang mengatur, Binnie. Tidak ada yang kebetulan, kau harus kuat, seperti Binnie yang ku kenal.”

Itu ucapku sebelum aku pergi meninggalkannya untuk berpamitan pulang.

 

She’s so strong, but her feeling so alone.

END.

 

Ini persembahan buat eka kesayangannya erik. Eka harus ikhlas, eka harus tabah, itu semua udah ada yang ngatur. Eka juga harus kuat, seperti eka yang erik kenal. Erik, mipta, febri, tante, alin, indah, sayang eka.

Author: Ravenclaw

I'm Ravenclaw. Cause I'm proud of Ravenclaw

6 thoughts on “[Ficlet] Kuat

  1. Reblogged this on Ravenclaw and commented:

    persembahan untukmu yang rapuh jiwanya tetapi sok kuat dengan tubuhnya

    Like

  2. beautiful check out my blog kindly 🙂

    Like

  3. sedihhh T.T

    bener juga, orang yg keliatannya kuat seringkali nyatanya adalah orang yg paling rapuh 😦

    aku sebenarnya kurang tau apa yg terjadi, tapi kalau memang ada berita duka, aku turut berbela sungkawa. sampaikan salamku utk eka ya, rik :’)

    semangat!^^

    Liked by 1 person

    • gimana ya kak ekspresiinnya tuh…. sumpah bener-bener kuat dia orangnya kak, paling kuat batinnya aku yang kadang dinilai paling garang aja juga kadang lembek lah dia, bener-bener kuat banget dari sisi eko maupun hubungan keluarga ahhhh beneran lah kak dia orangnya terlalu kuat
      oke kak, besok senin kusampaikan :”)

      Liked by 1 person

      • biasanya orang yg selalu kuat bakal langsung ‘roboh’ begitu ada hal yg ngeguncang batinnya…. kamu sbg temennya harus selalu siap di sisinya, buat jd penopang.

        yang kuat ya, baik kamu maupun temenmu :”)

        Liked by 1 person

      • iya sih kak, apalagi kalo hal yang kek gini aku aja ngerasa ikut roboh kak :”
        iya kak thanks banget atas sarannya :’)

        Liked by 1 person

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: