OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet] Sepeda

1 Comment

sepeda

Sepeda

By Fanita

Main Cast : Oh My Girl’s Hyojung – Seventeen’s Jeonghan

Genre : School Life – Fluff – Slice of Life – Friendship || Type : Ficlet || Rating : PG-15

.

            Tidak peduli dengan tangannya yang kotor terkena oli akibat memperbaiki rantai sepedanya, gadis bernama Choi Hyojung itu terus berusaha membenarkan sepedanya yang rusak. Choi benar-benar kesal karena di saat-saat seperti ini sepedanya malah rusak. Harusnya sepeda ini rusak setelah dia pulang ke rumah saja, jangan pada saat pulang sekolah apalagi sekarang sudah pukul 4 sore.

            Hyojung menghela nafas lalu menyeka keringat di dahinya. Saat sedang melihat ke arah lain, tak disengaja Hyojung melihat teman sekelasnya, Yoon Jeonghan sedang melintas di dekatnya.

“Jeonghan-ah! Bisa bantu aku?” teriak Hyojung.

Laki-laki yang dipanggil pun menoleh dan langsung berlari ke arah Hyojung. Setelah Jeonghan berada di sampingnya, ia bertanya apa yang terjadi dengan gadis itu.

“Ada apa Hyojung-ah? Kenapa tanganmu kotor?” tanya Jeonghan.

“Jeonghan-ah sepedaku rusak. Setiap aku membenarkan letak rantainya pasti akan kembali lepas,” adu Hyojung.

“Sungguh? Coba aku bantu benarin!”

Dengan sigap Jeonghan membetulkan sepeda Hyojung yang sedang rusak itu.

Tak lama kemudian rantai sepeda Hyojung kembali terpasang dengan benar. Jeonghan langsung menaiki sepeda itu untuk mencoba apa sepeda ini dapat berjalan dengan baik dan benar sementara Hyojung yang masih berdiri hanya bisa bertanya-tanya apa sepedanya sudah normal kembali atau belum.

“Bagaimana sepedaku?” tanya Hyojung.

“Ayo naik!” ajak Jeonghan.

“Naik?” tanya Hyojung lagi.

“Iya. Kita coba sekeliling dulu apa sudah benar atau belum,” jawab Jeonghan.

“Oh oke..”

Hyojung memilih duduk perempuan di belakang. Setelah Hyojung siap, Jeonghan mulai menjalankan sepeda Hyojung.

            Tidak ada yang salah pada awalnya. Hyojung kembali bertanya kepada Jeonghan bagaimana keadaan sepedanya, apa akan rusak lagi atau sudah benar-benar pulih. “Bagaimana sepedaku Jeonghan-ah? Apa ini sudah benar?” tanya Hyojung. Jeonghan menggelengkan kepalanya, “Pegang aku dengan erat, Hyojung-ah! Aku mau mencoba sepeda ini dengan kecepatan lebih setelah itu aku bisa memastikan apa ini sudah baik atau belum,” balas Jeonghan. Hyojung terkejut bukan main. Jelas saja gadis itu terkejut, bagaimana bisa Jeonghan memintanya untuk berpegangan saat ini, tangannya kan sangat kotor karena oli.

“Jeonghan-ah tanganku kotor,” bisik Hyojung.

“Tidak masalah. Jaket bisa di cuci kok sementara Hyojung kalau jatuh harus aku apakan nantinya? Bisa-bisa aku kena marah orangtuamu,” kata Jeonghan.

“Baiklah tapi jangan marah ya jaketmu kotor!”

“Iya..”

            Tangan Hyojung sudah berpegang erat kepada Jeonghan. Kecepatan sepeda pun telah ditambahkan oleh Jeonghan. Rasanya berdebar-debar apalagi terdengar bunyi aneh yang ditimbulkan oleh sepedanya.

“Jeonghan-ah apa sepeda ini rusak lagi? Suaranya aneh!” takut Hyojung.

“Hanya ada satu masalah di sini,” sahut Jeonghan.

“Apaan?” tanya Hyojung penasaran.

“Kamu terlalu berat Hyojung! Sepertinya sepeda ini tidak bisa menampung berat badanmu,” ledek Jeonghan.

Ya!!” pekik Hyojung tak terima.

Bahkan Choi Hyojung menghadiahkan cubitan di pinggang Jeonghan sehingga sepeda pun kehilangan kendali, “Jeonghan-ah yang benar bawa sepeda!” pekik Hyojung ketakutan. Jeonghan hanya tertawa mendengar jeritan Hyojung, “Salah sendiri kenapa mencubitku!” ejek Jeonghan. Hyojung hanya bisa mencebikan bibirnya dari belakang. Betapa menyebalkannya Yoon Jeonghan.

            Hyojung dan Jeonghan sudah sampai kembali ke sekolahan. Perempuan berambut panjang itu turun dari sepedanya lalu membenahi roknya yang sedikit berantakan. Begitu pula Jeonghan, ia turun dari sepeda lalu mengecek kembali rantai sepeda milik Hyojung.

“Jeonghan-ah bagaimana jadinya? Apa ini akan baik-baik saja? Rumahku jauh apa bisa ya sepeda ini baik-baik saja sampai aku pulang ke rumah,” tanya Hyojung panjang lebar.

“Hmm entahlah. Aku juga tidak yakin si karena saat jalan terasa ada yang mengganjal,” jawab Jeonghan.

“Jeonghan-ah!” rengek Hyojung yang ketakutan.

“Aku antar saja kamu pulang,” celetuk Jeonghan.

Ye?”

Hyojung mengedipkan matanya dan berusaha mencerna ucapan Jeonghan barusan. Yang baru saja didengar oleh Hyojung tidak salah ‘kan? Seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Hyojung, Jeonghan kembali buka suara.

“Pakai sepedaku sementara aku yang membawa sepedamu. Aku akan mengikuti kamu dari belakang,” lanjut Jeonghan.

Bukan ide yang buruk sih, pikir Hyojung. Tapi ada satu hal yang dikhawatirkan oleh Choi Hyojung.

“Rumahmu sangat jauh dari rumahku. Tidak masalah?”

“Tidak apa kok. Tunggu di sini ya aku mau ke parkiran sepeda untuk mengambil sepedaku,”

Jeonghan berlari meninggalkan Hyojung sendirian di lapangan. Melihat sosok laki-laki itu tergesah-gesah untuk mengambil sepeda miliknya, Hyojung hanya bisa tersenyum simpul dari tempatnya. Tak dia duga kalau Jeonghan mau menolongnya sampai segitunya. Pokoknya hari ini Hyojung berutang budi kepada Jeonghan yang banyak membantunya. Sepeda rusak yang menyebalkan, namun menimbulkan getaran cinta bagi Hyojung kepada malaikat penolngnya, Yoon Jeonghan.

.fin.

One thought on “[Ficlet] Sepeda

  1. Pingback: [Drabble] Of Double Se and Bike | OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: