OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

The Unpredictable [CHAPTER 2]

1 Comment

The Unpredictable

THE UNPREDICTABLE (CHAPTER 2)

Story fic by Ravenclaw

Starring with

Choi Hyojung (Oh My Girl) – Oh Sehun (EXO)

And other

Genre : Fluff, Sad, Hurt, Drama, Family, Friendship, AU!, Romance, School Life | Length : Chaptered (Ongoing) | Rating : Teen

[1]

PLAY

 

“Siap, mulai!”

Seketika suasana yang tadinya ramai mendadak sepi setelah kalimat terakhir tersebut. Hanya terdengar suara kertas yang dibolak-balik atau pena yang sengaja diketukkan pada meja, mengusir rasa bosan. Atau bisa juga dengan suara kecil yang amat kecil terdengar seperti membaca mantra yang padahal sama sekali tidak ada hubungannya dengan sihir.

Hyojung sedari tadi berdesis tidak jelas dengan jari kiri yang sedari tadi juga ikut bergerak seperti menghitung. Sesekali Hyojung terdiam lalu mendesis lagi dan kemudian menuliskan sesuatu di sebuah lembar kertas ukuran folio. Dan terjadi seperti itu sampai membuat Mihyun yang ada di belakangnya berkedip-kedip sebentar lalu mencolek punggung tersebut.

Sayangnya…

Ya!

Dan seketika kedua gadis itu menjadi pusat perhatian selama hampir 15 detik.

Yah, gagal!

Mihyun langsung menoyorkan kepala yang ada di depannya itu setelah semua kembali seperti semula. “Kenapa kau menoyorku, sih!?” ujarnya kesal namun dengan suara kecil, mengingat suasana seperti berada di rumah sakit.

“tidak peka, aku ingin minta ja…”

PUK!

Sebuah remasan kertas mengenai kepala gadis itu dan terjatuh di sisi mejanya. Segera Hyojung mengambilnya sebelum Guru Kim mengira apa-apa padanya.

Jawaban nomor 7 sampai 12!

Hyojung langsung menoleh ke belakang, melirik Seungcheol yang sudah memohon dengan rupa melas. Dan Hyojung hanya membalasnya dengan mengorek hidung sambil memamerkan lidahnya.

Aish!

 

 

“Kelasmu sudah mengerjakan ulangan matematika?” tanya Jiho sembari memasukkan suapan nasi pertama ke bibirnya yang kecil.

Mihyun hanya mengangguk tanpa menatap Jiho karena sedang menikmati ramen instan dan Hyojung hanya mengangkat bahu juga fokus kepada sumpit yang sedang mengangkat nasi ke mulutnya.

“Kalian berdua kenapa sih?” tanya Jiho lagi, tidak seperti biasanya seperti ini, pikirnya.

“Hah?” ujar mereka berdua sembari mengangkat kepala bersamaan.

“Hah?” tiru Jiho dengan suara yang sedikit melengking lalu berdecak, “Ya! Kalian itu ada apa sih? Membuatku bingung saja!”

Hyojung melirik Mihyun begitu juga sebaliknya, sadis. Sampai Jiho saja bergidik ngeri melihatnya.

Oke, lebih baik diam saja daripada menjadi bulan-bulanan mereka.

“Wah… kalian sudah meninggalkan aku ternyata, Jiho, Mihyun, Hyo…”

Binnie  melihat ekspresi ketiga temannya dengan raut muka bingung bercampur sedikit penasaran. Dengan hati-hati gadis berambut pendek itu mendekati Jiho, takut merusak suasana. Telunjuknya menyentuh bahu kecil Jiho lalu mengarah pada kedua gadis lainnya setelah Jiho meresponnya.

Mereka kenapa sih?

Jiho hanya mengangkat bahu, melanjutkan nonton ‘drama’ yang ada di depannya.

“Huh!” tiba-tiba kedua gadis yang sejak tadi jadi bahan perbincangan seketika mendengus dan melanjutkan acara makan mereka dengan wajah garang.

BRAK!

Ya! Kalian itu kenapa sih, dari tadi seperti ini seperti mau perang saja,” ujar Binnie tidak tahan menatap mereka berdua, tidak peduli dengan sorotan orang lain di sekitarnya.

“Apa?”

“Ck! Apa? Ah, tahu lah!”

Jiho hanya melongo melihat ‘drama’ yang ada di depannya menjadi semakin mengerikan.

 

 

“Pengumumannya sudah keluar?”

“Benarkah?”

“Bukankah kelas kita baru mengadakannya kemarin ya?”

“Secepat ini mengeluarkan pengumumannya?”

“Aku tidak mau lihat! Tapi ingin lihat!”

“Ah sial!”

“Hanya beberapa orang saja yang mendapat hasil seperti itu!”

“Siapa yang tertinggi?”

“Cho…”

“Aku ingin lihat!”

“Eh, itu apa sih?” tanya Mihyun melihat segerombolan siswa mengerubungi mading sekolah.

“Ada artikel baru lagi, Hyojung?” gadis itu hanya menggeleng sembari menaikkan alisnya, perasaan belum ada meeting lagi dengan klubnya.

“Lalu?” lanjut Jiho menyambung rasa penasaran mereka.

“Ya sudah ayo kita kesana!” Binnie langsung memimpin menuju mading tersebut.

“Ah, ini dia ratunya!”

“Dia ya yang tertinggi?”

“Benarkah dia orangnya?”

“Biasa saja tuh!”

Hyojung yang berada di belakang Binnie harus berjinjit karena tinggi badan temannya itu sedikit menyainginya, dirinya hanya bisa membaca judulnya saja dan itu pun hanya setengahnya saja.

HASIL AKHIR UL…

“Ulangan apa, Binnie?” tanya Hyojung sambil berusaha maju ke depan.

“Matematika…”

“Ehm… kau dapat nilai tertinggi.”

“Siapa?” langsung saja ketiga gadis yang ada dibelakangnya bertanya serempak membuat Binnie hanya bisa membuka mulutnya saja.

“Ehem… itu Choi Hyojung.”

“Ah sudah kuduga…” ujar Mihyun langsung mundur dari gerombolan tersebut, Hyojung hanya mengangkat bahu lalu juga mengikuti jejak Mihyun.

“Kita ke kelas saja, ya?” Hyojung hanya mengangguk dan mengikuti langkah cepat Mihyun.

Ia sudah biasa dengan situasi seperti ini.

 

 

“Kalian sudah lihat pengumumannya?”

“Sudah…” jawab beberapa murid dengan muka lesu sembari menguap menghiasi wajah mereka.

“Bagaimana hasilnya?”

“Lumayan…” jawab mereka dengan sama lesunya.

“Baiklah saya beri tahu sedikit pengumuman juga. Yang pertama, kabar gembira untuk kita semua karena nilai tertinggi diraih oleh siswa kelas 2-1, nilainya nyaris sempurna.”

Seungcheol mengangkat tangan, memotong pembicaraan Guru Kim, “memang nilainya berapa?”

“sembilan puluh delapan.”

Seketika beberapa murid laki-laki menjetikkan jarinya, “alah, itu mah kecil.”

“Tidak usah bilang begitu, kau saja mendapat nilai 5 terendah dari kelas ini,” Seungcheol langsung bungkam sedangkan Jooheon dan Chanyeol hanya bisa menepuk pundak menahan tawa, Hyojung yang mendengar juga hendak tertawa.

Hyojung, awas kau!

Memangnya kenapa? Kau berani denganku, sekop kerempeng?

Rasanya ingin ia melempar sebuah buku paket ke kepala sepupunya itu.

“Guru, siapa yang mendapat nilai tertinggi itu?” tanya Chen mengakhiri sesi drama menyedihkan dari Seungcheol.

“Choi Hyojung, selamat kau siswa dengan nilai tertinggi,” gadis itu hanya tersenyum kecil smebari menundukkan kepala.

“Sayang sekali kau hanya salah jawaban, Hyojung. Kalau itu tidak terjadi pasti kau mendapat nilai sempurna,” Hyojung hanya mengucapkan kata maaf dan Seungcheol sekali lagi mulai berulah, “alah itu emang nilai apa?”

Aish!

“Oke anak-anak, saya juga punya kabar buruk untuk kalian dan khususnya untuk saya,” semua murid langsung terdiam menunggu kalimat selanjutnya.

“Siswa yang memiliki nilai terendah juga ada disini.”

“Hah? Memangnya siapa?”

“Aku tidak melihat siapa yang terendah.”

“Masa yang terendah juga ada di kelas ini? Kukira di kelas lain.”

Aigoo…”

“Jangan-jangan kau, Chen,” telunjuk Kai mengarah pada Chen yang seketika sudah mengeluarkan tanduknya.

“Aku tidak seperti kau, Kim Kai! Dasar hitam!”

“Kau bilang apa!?”

Guru Kim langsung menenangkan kedua muridnya tersebut, “Hei, diamlah. Nilai terendah disini bukanlah kalian,” setelah mengatakan itu kedua pria Kim itu hanya saling menatap sadis.

“Jangan-jangan Seu…”

Ya, Oh Sehun. Ah, ternyata kau yang dulu saat kelas satu itu ke kantor karena remidi kan? AIgoo… ternyata kau yang mendapat nilai terendah.”

“Hah, Sehun?”

Hyojung menoleh kearah pria berkulit pucat itu dan Sehun membalasnya dengan tatapan datar.

“Ah, bagaimana ini bisa terjadi, ha? Padahal kan sebelahmu adaah si Hyojung kenapa kau tidak berusaha belajar dengan dia?”

Hyojung melirik kanan kiri, ternyata dirinya dan pria yang ada di sebelahnya tengah jadi pusat perhatian saat ini. Ia hanya bisa memutar bola matanya malas, berusaha bersikap netral.

“Bagaimana bisa di kelasku ini ada siswa terpintar sekaligus terbodoh disini? Huh, kepalaku…”

“Memangnya Sehun dapat nilai berapa?” tanya Seungcheol sekali lagi.

“Lima puluh.”

PLOK!

“WUHU!!! TERNYATA ADA YANG LEBIH RENDAH DARIKU, HAHAHA…!!!”

Seketika kelas menjadi riuh dengan tarian kegembiraan yang siapa lagi kalau bukan dipandu Seungcheol sebagai biang kerok kelas dan diikuti oleh semua membernya seperti Kai, Chen, Chanyeol, Jooheon, Wonwoo dan entah siapa lagi. Sehun langsung melirik tajam dengan mengepalkan tangan kanannya di depannya.

Lihat besok saat basket nanti!

Apa kau vampir!

Dan Seungcheol justru memeletkan lidahnya.

Dan Hyojung merasa malu punya sepupu seperti dia.

“Ya ampun…”

 

 

KRING!!!

“Pulang!!!”

“Jangan lupa untuk tugas biologi individu, dikumpulkan besok lusa saat istirahat pertama. Mengerti?”

Semua murid hanya acuh dengan ucapan Guru Lee selagi ini adalah momen dimana bel pulang sekolah berbunyi. Ketahuilah saat bel pulang berbunyi dari semula yang mengantuk tiba-tiba matanya menjadi segar dan dengan sok rajin ingin pulang cepat-cepat dengan alasan berbagai macam yang sepertinya mustahil dikerjakan oleh orang semacam Seungcheol, Chanyeol, Kai, apalagi Chen dan Sehun.

“Hyojung! Ayo pulang! Katanya kita mau mengerjakan tugas biologi bersama!” laki-laki bermata besar itu menghampiri mejanya dengan wajah sok manis dan rayuan mautnya. Dan disitu kedua gadis berbeda marga hanya melongo melihat tingkah laku ajaib milik Seungcheol yang merupakan sepupu dari Hyojung si murid yang pendiam dan pintar ini (tapi tidak terlalu pendiam juga sih).

“Mengerjakan tugas? Bersama? Sejak kapan ada kegiatan itu dalam kamus hidupmu?” sindir Hyojung sambil meletakkan notes dengan kasar ke dalam tas punggungnya.

“Ayolah, aku tidak mau ada nilai jelek dalam rapotku nanti. Kalau ada nilai jelek pasti nanti dimarahin ibu,” ujar Seungcheol sambil membentuk wajahnya dengan melas.

Sehun yang merasa langsung melirik Seungcheol dengan tatapan yang sepertinya sedikit mengancam.

“Ayolah, Hyojung. Kau harus membantuku…”

“Membantu? Seperti minta contekan kepada Hyojung seperti tadi?” sindir Mihyun sinis sembari melirik pria itu yang tak kalah sadisnya.

Seungcheol membuang napas, “mencontek? Bukankah kau juga minta contekan tapi justru kau gagal karena sekelas melihatmu, ha?”

Mihyun yang tidak terima langsung berdiri dari duduknya, “ya! Tapi aku masih lebih baik ketimbang kau! Meskipun tidak berhasil nyontek tapi aku dapat nilai tuntas! Delapan puluh! Nah kau? Enam puluh lima saja sok sekali.”

“Sudah deh sesama kunyuk tidak boleh bertengkar!” ujar Sehun dan Hyojung bersamaan. Sedangkan kedua manusia yang sedang bertengkar itu berhenti melakukan aktivitasnya, menatap mereka berdua secara bergantian.

“Janjian?”

Sehun menggeleng.

“Negosiasi?”

Hyojung menggeleng.

“Jadian?”

Mereka berdua menggeleng cepat.

“Kenapa kau punya pemikiran seperti itu!?” omel mereka kesal dan sekali lagi Seungcheol dan Mihyun membuat pemikiran yang aneh-aneh.

“Tuh kan, kalian berdua itu memang cocok!” ujar Seungcheol yang juga diangguki Mihyun dan diangguki Chanyeol yang sedari tadi menunggu pria bermata besar dan pria berkulit putih itu.

“Jangan menuduhku yang aneh-aneh! Dia saja yang meniruku! Aku mau pulang!” dan Hyojung sudah bubar jalan.

“Ya! Tunggu!”

Disaat Hyojung sudah berjalan melewati ambang pintu kelasnya dan Mihyun mengejarnya tiba-tiba ada yang seseorang yang tengah bersandar di tembok dekat pintu kelas.

“Hai, Hyojung.”

“Oh, hai sunbae!” gadis itu menunduk hormat pada seorang laki-laki bertubuh tinggi sembari merapikan rambutnya yang jatuh menutupi mukanya.

“Besok lusa bisa melihatku latihan basket?” tanya laki-laki itu pada Hyojung.

Hyojung hanya bisa berkedp-kedip menatap pria bertubuh tinggi itu dnegan name tag Wu Yifan itu.

“Lusa ya?” tanyanya sembari memeriksa pendengarannya yang mungkin salah mendengar atau seketika mendadak tidak berfungsi.

Laki-laki berwajah barat campur asia itu mengangguk mantap kearahnya, “iya lusa, kau tidak sibuk kan, nona Choi?”

Ya! Choi Hyo… jung…”

Hyojung hanya menatap tak berkedip sedangkan pria berpostur tinggi itu tersenyum kepada dua orang yang berdiri di belakangnya, “Hai, Seungcheol dan Mihyun.”

Mihyun langsung tersenyum, “oh, hai Kris sunbae!”

Dan sedangkan Seungcheol hanya melengos dan tak lama kemudian…

“AW! SAKIT TAU KUNYUK!”

“Kau bilang apa tadi!?”

Ah, Hyojung tidak tahu kalau di belakang mereka Mihyun menusuk perut Seungcheol yang diakhiri dengan saling berkejar-kejaran ala film India. Malu kalau Hyojung mengakui mereka adalah sahabat dan sepupunya.

“Teman dan sepupumu itu lucu, ya?”

“Eh, oh, ya… begitulah mereka,” tuhkan!

Kris kembali menatap wajah putih Hyojung itu, sedikit mencondongkan wajahnya, “bagaimana? Apa kau bisa?”

“Eh, sunbae! Aku… tidak ta…”

“Kau ada rapat dengan klub madingmu?” Hyojung menggeleng cepat, beberapa minggu yang lalu Hyojung sudah rapat dengan mereka kok, sungguh.

“Atau kau ada les privat?” apalagi les, Hyojung juga tidak butuh itu jadinya ia menggeleng cepat lagi.

“Atau tugas?” tambah itu lagi, sungguh semua tugas yang bahkan belum pernah dikasihpun sudah ia kerjakan dengan sangat baik dan hati-hati.

“Lalu? Ah, apa kau sudah direkrut jadi asisten Mr. Kim?” tanya Kris mengingat orang yang sedang diincarnya ini adalah si rangking satu se-sekolahnya yang bahkan mengalahkan tetua sebelumnya yang merupakan satu kelasnya, Cho Kyuhyun.

Hyojung menggeleng, kali ini lebih keras. Sungguh, ia tidak mau harga dirinya menjadi asisten wali kelasnya itu meskipun wali kelasnya super baik sekali kepadanya. Ia tidak mau jadi pembantu karena cita-citanya memang bukan itu.

“Lalu kenapa, nona manis?”

Hyojung sedikit tersentak dengan panggilan yang menurutnya sedikit mengganjal di telinga dan otaknya itu, tapi ia langsung berangsur normal kembali, “yah, aku hanya takut kalau aku bilang aku akan datang tapi pada akhirnya aku tidak bisa datang karena ada kendala.”

Kris tersenyum, ia sangat menyukai tipikal wanita yang tidak mau menyakiti perasaan lawan jenisnya. “Baiklah, kalau ada apa-apa hubungi aku oke?” Kris langsung mensejajarkan tingginya dan mengelus pucuk kepala gadis Choi itu dengan lembut.

Hyojung tersentak, kali ini benar-benar tersentak.

Kris tersenyum di depannya dengan anting besar menghiasi telinga kiri dan kanannya, dan tampak mengucapkan sesuatu dengan pelan.

“Hubungi aku, jangan buat aku khawatir, oke?”

Dan laki-laki itu pergi melegang begitu saja tanpa memikirkan bagaimana perasaan Hyojung kalau mereka saat itu ketahuan melakukan adegan semesra itu, tanpa hubungan apa-apa. Ayolah, mereka itu tidak ada apa-apa sama sekali bahkan Hyojung saja sedikit rishi dengan perlakuan seperti itu. Tapi, tetap jujur saja kalau jantungnya berolahraga sejak tadi, sejak Kris mulai mengelus kepalanya dengan super lembut.

“Argh!!!” Hyojung menghentakkan kakinya kesal sembari menjambak rambutnya dengan sedikit kasar. Peduli amat dengan kata orang bahkan ia sangat bersyukur kalau Kris melihatnya dalam kondisi seperti ini dan perlahan-lahan menjauhinya.

Matanya berkeliling ke sekitarnya, hanya terlihat segelintir laki-laki yang bersliwar-sliwer di dekatnya karena hari ini adalah jadwal kegiatan beberapa ekstra sekolah yang mayoritas peminatnya laki-laki dan beberapa gadis yang menurutnya kurang belaian entah menggosipkan apa sembari tertawa terbahak-bahak lalu menjadi sinis lagi. Kalau seandainya dirinya yang sedang digosipkan disitu ia juga tidak peduli, toh ia sudah sangat kebal dengan itu, cukup pikirannya pusing dengan tawaran menjadi asisten bayaran Guru Kim.

Oh iya, kelasnya benar-benar sepi, kan?

Baiklah saatnya ia pulang membantu kakak sepupunya bernama Do…

SRET!

“Kau mencariku, nona?”

Hyojung tersentak, kaget. Kali ini benar-benar kaget diluar kepalanya.

Siswa bernama Oh Sehun kali ini sedang memegang tangan kirinya dengan genggaman yang sedikit kuat dan tatapan datar yang sudah disuguhkan di depannya.

Sungguh, Hyojung tidak menyangka kalau Sehun masih berada di kelasnya. Padahal ia barusan lihat kalau di dalam kelasnya tidak ada siapa-siapa, sungguh. Kau bisa tanyakan pada dewa neptunus sekarang juga!

“Hmm?”

Hyojung tidak bisa berkata apa-apa. Ingin ia menghempaskan tangan dingin itu, menyemburkan cola kalau ada di dalam tasnya atau apa saja, tapi itu tetap tidak bisa. Tubuhnya membeku seketika saat berada di depan Sehun. Sedekat ini, untuk pertama kalinya.

Dan ia sedikit…

Ketakutan.

Sehun masih menunggu jawabannya, sementara genggamannya berangsur melemah. Segera Hyojung menyembunyikan tangannya di balik punggung. Kali ini ia menatap marah kepada Sehun.

“Jangan dekati aku seperti ini!”

Sehun menagngkat alisnya, ia kembali menegakkan tubuhnya, “kenapa memangnya? Urusan apa dengan hakku untuk mendekatimu?”

“Pokoknya jangan dekati aku!” teriak gadis itu dengan sedikit kasar, bibirnya bergetar.

“Kau, kau boleh menyebarkan gosip itu, tapi kumohon jangan dekati aku…”

Sehun terdiam, mukanya datar.

Melihat respon yang seperti itu Hyojung mengambil kesempatan untuk berjalan mundur perlahan-lahan, lalu berjalan normal meninggalkannya.

Sehun hanya berkedip saat gadis itu berjalan cepat meninggalkannya yang masih setia menjadi satpam di kelasnya. Jujur, baru pertama kali ia menghadapi gadis yang seperti itu dan Sehun tidak tahu kenapa ia diminta untuk tidak mendekatinya lagi. Tapi bagaimana kalau mereka satu kelompok dalam suatu pelajaran yang memaksanya untuk lebih dekat kembali? Apa gadis itu tidak berpikir secara baik apa meskipun dia pemegang rangking satu setelah mengalahkan Cho Kyuhyun si kakak kelasnya itu.

Sehun masih menatap kepergian gadis itu yang sudah ditelan oleh tembok sekolah lantai dua sekolahnya. Hanya ada satu pertanyaan di pikirannya saat ini.

Kenapa dengan Kris ia bisa begitu dekat sementara dengan dirinya tidak sama sekali?

Sehun bingung

 

Apa sebenarnya mereka pernah bertemu ya?

TO BE CONTINUE

 

Wuhuuuu…. Akhirnya bisa menyelesaikan part duanya meskipun kesendat sama laporan pkl + tugas-tgasnya yang menguras tenaga dan emosi, ahhhhh gilakkk… aku pengen pulkam :’v oh iya maap banget atas covernya jujur aku males bikin cover soft bagus-bagus karena emang basicku disoft tapi di dark /eh promosi :v/ sori ya itu poster bikin ngerusak mata beneran deh gaada niat bikin posternya :’v

Auk ah! Pokoknya terimakasih sudah baca ini ^^ jangan lupa di subscribe alias diberi feedback ya say :* biar semangat yang nulis hehehe.. ^^

Advertisements

Author: Ravenclaw

I'm Ravenclaw. Cause I'm proud of Ravenclaw

One thought on “The Unpredictable [CHAPTER 2]

  1. Reblogged this on Ravenclaw and commented:

    Hyojung – Sehun mulai nampak gaezz :v

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: