OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Drabble-Mix] CLOSER Tracklist

5 Comments

alone-art-drawing-girl-favim-com-2125406

CLOSER Tracklist

Main Cast : Oh My Girl members with the boys

Genre : Fluff || Type : Drabble Mix || Rating : PG-15

.

Closer (Minghao – Yoobin)

On a day where I miss you a lot

            Ada suatu ketika seorang Yoobin akan merindukannya. Tepatnya hari ini, dia begitu merindukan Minghao yang 1 minggu ini pulang ke kampungnya karena neneknya meninggal dunia. Bagi Yoobin, kalau tidak ada Minghao di dekatnya, dunia akan menjadi terasa datar-datar saja. Kalau ada Minghao pasti dia akan selalu membuat Yoobin tertawa-atau mungkin kesal karenanya. Tanpa mencoba melawak, Yoobin pasti akan terbahak-bahak setelah mendengarkan pengucapan Korea Minghao yang begitu khas. Naik dan turun bagaikan gunung.

“Yoobin-ah..”

Bodoh. Saking merindunya Yoobin bisa berhalusinasi mendengar suara Minghao memanggilnya. Bae Yoobin menghela nafas lalu memejamkan kembali matanya.

“Hello Yoobin! Aku memanggilmu dari tadi!”

Bae Yoobin langsung terbangun dan begitu terkejut mengetahui bahwa Minghao telah ada di depan matanya. Loh, sejak kapan Minghao kembali?

“Minghao kau sudah pulang?” teriak Yoobin histeris.

“Iya. Aku dari tadi duduk di bangkuku, kau tidak sadar?”

“Ah iya ya?”

Dasar Yoobin bodoh. Padahal ini sudah jam istirahat tapi kenapa dia tidak sadar bahwa Minghao memang hadir dari tadi?

“Aku sudah dekat denganmu dari tadi, jadi tidak usah merindukanku seperti itu dong!” goda Minghao.

“Eii siapa yang merindukanmu?” elak Yoobin.

“Aku diceritain sama Jiho,” kata Minghao.

“Dasar ember,” cibir Yoobin mencela Jiho yang telah memberitahukan rahasianya kepada Minghao, “Ya mana oleh-oleh untukku?” tanya Yoobin.

“Untuk apa hadiah kalau kehadiranku di dekatmu saja sudah membuat Yoobin senang?”

Wah sejak kapan Minghao berani menggombalinya! Tapi betul katanya, Minghao sudah kembali saja telah membuat Yoobin senang, jadi untuk apa lagi oleh-oleh dari China?


Say No More (Sungjae – Yooa)

The same conversation for hours. Why can’t you look at me

            Hoam. Sudah berapa kali Yooa menguap sejak Sungjae membicarakan anak SMP yang baru saja dia temui. Tidak tahu diri sekali Sungjae ini, batin Yooa. Bagaimana bisa dia tergila-gila sama anak kelas 2 SMP sementara dia sudah kelas 3 SMA? Yang lebih tidak Yooa sukai, Sungjae sama sekali tidak tahu kalau Yooa sedang cemburu. Kenapa si Sungjae tidak bisa melihat ke arahnya?

“Aku harus bagaimana ya?” tanya Sungjae.

“Mati saja. Dasar pedofil!” cibir Yooa.

“Kok marah si? Bonekaku yang unyu jangan marah dong! Kau terlihat seperti boneka santet kalau marah,” ledek Sungjae.

Tapi sayang sekali candaan Sungjae kali ini dia dipedulikan oleh Yooa. Ah, daripada makan hati lebih lama bersama Sungjae dan membicarakan Kim Sohyun—si anak SMP yang ditaksir oleh Sungjae—lebih baik dia pulang.

“Yooa aku belum selesai bicara!”

“Tidak!”

“Ayolah aku mau curhat lagi ni,”

“Sudah aku bilang tidak mau! Pergi sana bicara dengan orang lain!”


Playground (Cha Eunwoo – Kim Jiho)

Stop acting nice because in our story the antagonist is only you

     “Ingat tempat ini?” Jiho memutar bola matanya menandakan bahwa dia sama sekali tidak tertarik dengan pertanyaan yang baru saja di lontarkan oleh Cha Eunwoo. Menyebalkan karena dia harus berhenti di tempat yang sama sekali tidak ingin dia kunjungi seumur hidupnya. Namun tampaknya Eunwoo tidak peka dengan suasana hati Jiho, ia kembali berorasi, “Tempat ini sejarah untuk kita. Ingatkan kalau dulu aku menunggumu mati-matian di tempat ini dan kau datang kepadaku setelah itu kita jadian dan berci—“. Ucapan Eunwoo langsung terhentik ketika Jiho tiba-tiba saja menutup mulut Eunwoo menggunakan tangannya.

Ya cepat antar aku pulang! Tidak usah sok manis di depanku sekarang,” oceh Jiho.

“Memang tidak boleh kalau aku flashback tentang kita?”

“Jangan berpura-pura baik dengan hubungan kita dulu deh. Kau yang membuat hubungan ini hancur, apa kau lupa?”

Ya Jiho—“

“Aish taman menyebalkan ini. Apa kau tidak punya tempat lain untuk mengajak gadis berkencan? Nyarinya tempat yang gratisan,” sindir Jiho.

Eunwoo menggembungkan pipinya mendengar ucapan Jiho barusan. Tapi Jiho tak peduli dan kembali mengeluaran suaranya.

“Kalau bukan karena ibuku sedang ada di rumahmu mana sudi aku pulang bareng! Cepat antar aku ke rumahmu!”


Sugar Baby (Jeonghan – Hyojung)

Today is valentine’s day I was by myself very lonely. My sugar who looks at me while laughing I will not upset you oh my husband forever

       Sejak tadi Choi Hyojung terus melihat jam yang bergantung di dinding kamarnya. Sudah pukul 9 namun seseorang itu belum pulang juga. Apa orang itu sedang lembur? Atau sesuatu yang mendesak sedang terjadi? Entahlah, Hyojung tidak tahu.

“Hyojung-ah aku pulang!”

Ketika mendengar suara teriakan yang berasal dari luar rumahnya, Hyojung langsung berlari dengan sangat cepat. Dia membukakan pintu rumah dan menyambut Yoon Jeonghan dengan senyumnya yang semanis permen.

“Jeonghan-ah kenapa pulang terlambat?” tanya Hyojung.

“Maaf tadi ban mobilku pecah. Kau lihat? Bajuku kotor semua hahaha,”

Jeonghan tertawa seakan-akan kesialan yang menimpanya barusan bukanlah apa-apa. Tapi diam-diam Hyojung merasa sedih di dalam hatinya karena sesuatu yang dia bayangkan sejak tadi tidak terjadi. Dia pikir Jeonghan pulang terlambat karena ingin memberikannya sesuatu…

“Kenapa cemberut Hyojung-ah? Eii tidak perlu mengasihani aku. Aku dulukan anak bengkel jadi sudah biasa seperti itu hahaha,” tawa Jeonghan.

Hyojung tersenyum kecil. Suaminya memang selalu bersikap seperti ini ketika ada kesulitan datang menghampirinya. Kehidupan Jeonghan tidak pernah dibumbui oleh garam, merica atau bahan lainnya. Gula lah yang mewarnai hari Jeonghan sehingga selalu manis seperti rasa gula itu sendiri. Karena mendengar tawa Jeonghan barusan membuat kekecewaan Hyojung karena tidak bisa menghabiskan hari Valetine bersamanya lenyap begitu saja.

“Kau sudah bekerja dengan sangat keras Jeonghan-ah..” kata Hyojung sambil memeluk suaminya.

“Terima kasih atas sambutannya istriku. Tapi bisakah kau tidak memelukku? Tubuhku kotor dan bau keringat,” kata Jeonghan.

“Tidak masalah. Kita bisa mandi bersama kalau aku ikutan kotor dan bau,”

“Heii Hyojung sudah mulai berani menggodaku ya!” kekeh Jeonghan.

Choi Hyojung pun tertawa lepas. Menghabiskan Valentine bersama Jeonghan dengan canda tawa begitu lebih indah dibandingkan harus bertukar cokelat seperti anak muda lainnya. Toh mereka sekarang bukan lagi berstatus pacaran, mereka telah resmi menjadi suami istri sejak 6 bulan yang lalu.


Round About (Lee Chan – Arin)

take a deep breath, smile widely and i scream loudly goin’ round every round about

 

            Choi Arin adalah gadis populer di sekolahan ini. Semua orang mengenalnya dan lelaki menyukainya. Mulai dari yang tampan, populer sepertinya, si kapten basket yang disukai gadis-gadis, bahkan juara 1 di sekolahannya juga menyukai Arin. Namun, apa kalian bisa menebak siapa yang disukai primadona SMA Sekang, ini?

            Jawabannya adalah Lee Chan. Laki-laki yang lihai menari itu telah menarik perhatian si bintang Choi Arin. Tapi Arin selalu merahasiakan rasa sukanya kepada Chan dari orang lain. Gawat lah kalau orang pada tahu dia menyukai Lee Chan.

            Sore hari anak dance selalu latihan menari. Arin selalu mengunjungi mereka dengan alasan untuk melihat temannya—Lee Naeun berlatih padahal si hanya modus untuk melihat Lee Chan. Arin masuk ke dalam ruang gym—tempat biasa anak dance berlatih, mereka punya ruang tersendiri namun enggan menggunakannya karena pengap apalagi anggota dance sudah terlampau banyak. Namun sama sekali tidak ada orang di tempat ini. Arin bingung, dia tidak salah hari ‘kan?

“Choi Arin kenapa kau ke sini? Kami sedang tidak latihan,” celetuk Dino yang tiba-tiba saja muncul dari belakang.

“E..eh Chan..” kaget Arin.

“Kami tidak latihan karena pelatih kami sedang sakit,”

“Aku ke sini bukan untuk itu kok,” dusta Arin.

“Jadi untuk apa?”

“Hanya mau melihat apa yang ada di sekelilingku saja,” bohongnya.

“Ah masa si? Aku tahu Arin sering melihat kami latihan. Atau lebih tepatnya melihat Naeun,”

Choi Arin mengambil nafas dalam-dalam. Dia sangat gugup saat ini! Arin pun tersenyum lebar kepada Chan lalu membalasan ucapannya.

“Aku selalu ke sini bukan untuk Naeun kok,”

“Eh? Jadi untuk siapa? Ah.. apa senior Jungkook?”

“A..aku ke sini.. aku ke sini untuk bisa melihat Chan!”

Setelah mengucapkan kata-kata itu dengan lantang, Arin langsung berlari meninggalkan laki-laki itu yang terbenggong sendiri di tempatnya. Duh, gila sekali Choi Arin! Kenapa dia bisa berbicara seperti itu kepada Lee Chan? Hancurlah sudah harga diri Arin setelah terang-terangan mengakui kepada Chan bahwa dia selalu memperhatikannya.

Advertisements

5 thoughts on “[Drabble-Mix] CLOSER Tracklist

  1. Enggak ada Mimi :’)
    Tapi gapapalah masih ada otpku disini. Wkwk 😀
    Btw, Kak Fanny suka Minghao-Binnie? ‘-‘

    Like

  2. paling suka yg jeonghan-hyojung :’3 marriagelifenya swit bgt jd ngiri :”

    Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Advertisements
%d bloggers like this: