OH MY GIRL Fanfiction Indonesia

Since: 16/02/24

[Ficlet] Lari

17 Comments

PhotoGrid_1457760231651[1].jpg

nightskies’ debut fic

Lari

Seventeen’s Dino and  Oh My Girl’s Arin

Fluff, Friendship, Slice-of-Life

Ficlet

Teenager / Teen

Dino bertemu Arin di padang rumput, tengah terisak dan bertanya apakah ia bisa lari dari masalahnya.


Aku tengah asyik berlomba dengan angin, saat kudengar sayup isak tangis. Aku tahu itu bukan hantu, karena suara hantu tak akan semerdu itu, apalagi saat menangis. Kudengarkan sayup itu baik-baik dan kuikut pelan-pelan, sampai aku tiba di ujung padang, suara isak itu terdengar semakin jelas. Kalau saja aku tidak ingat bahwa gadis itu sedang menangis, aku tak akan memintanya berhenti dan bertanya apa yang terjadi.

“Bukan urusanmu,” jawabnya ketus tanpa melihatku.

Aku mengernyit, agak tersinggung tapi merasa maklum. Selain itu, setelah melihat wajahnya, aku merasa begitu tenang. Rambut coklat sebahu bergelombang, mata hitam kecoklatan jernih yang berbinar penuh kesedihan, juga hidung dan pipinya yang memerah, membuatku kasihan. Kenapa wanita secantik dia harus menangis?

“Baiklah.” Aku duduk di sisinya. “Panggil aku Dino. Kau?”

“Namaku Arin.” Isak tangisnya mulai mereda, dan aku dapat melihat wajahnya lebih jelas sekarang. “Kau tidak akan berbuat jahat, ‘kan?”

“Yang kulakukan disini hanya mengasah kemampuan lariku. Dan tangisanmu itu cukup menggangguku.”

“Kau tidak jahat. Tapi kau menyebalkan.”

Aku tertawa kecil. “Maaf. Mungkin aku bisa membantumu?”

“Kau bisa lari?” tanyanya sambil menatapku.

Walau binar matanya terlihat begitu redup, tapi aku bisa melihat pantulan diriku. Rambut coklat, mata hitam pekat dan senyum yang masih terhias di bibirku. Juga pakaianku yang apa adanya. Celana pendek putih, kaus kuning, dan kemeja putih yang tak dikancing.

“Tentu. Kau juga bisa,” ucapku.

Walau kurang yakin, karena pertanyaannya terdengar ambigu, itulah jawaban yang bisa kuberikan.

“Kau serius?”

“Ya. Semua orang bisa berlari.”

“Oh,” nada suara gadis itu terdengar kecewa. “Maksudku, bukan berlari. Tapi lari. Pergi. Dari suatu masalah.”

“Jadi, kau punya masalah dan ingin lari dari masalahmu?”

“Ya. Dan aku lelah sekali.”

“Pasti kau sudah berlari sangat jauh dari masalahmu.”

“Apa maksudmu?”

“Kau tahu. Jika kau berlari terlalu jauh, kau akan kelelahan.”

“Aku hanya diam disana. Aku hanya mendengarkan, tapi melakukannya pun sudah membuatku ingin pergi jauh.”

“Dengan berada disini, kau sudah membuang tenagamu untuk berlari jauh. Untuk lari dari masalah, kau tidak boleh berada di sini.”

“Kenapa begitu?”

“Lari dari masalah bisa berarti menyelesaikan masalah dan lari dari masalah itu, untuk menjauhi kemungkinan untuk mengulanginya. Kau harus kembali ke sana, lalu selesaikan masalahmu. Itulah arti ‘lari dari masalah’ yang kutahu.”

Aku berdiri dan menawarkan tanganku untuk membantunya berdiri. Ia menyambut tanganku dan aku membentangkan tanganku ke padang ilalang yang mulai diwarnai jingga kemerahan.

“Kau bisa melakukan hal yang kau pikir kau tak bisa. Kau hanya terbelenggu oleh orang-orang di sekelilingmu dan berpikir kalau hal itu mustahil dilakukan. Kau hanya perlu menyibak tirai jendelamu, agar dapat melihat taman di depan rumahmu. Apa aku benar?”

Dia berputar menghadapku. Begitu pula aku yang berputar menghadapnya.

“Ya. Kau benar. Tapi, aku sangat takut untuk kembali ke sana.”

“Kalau begitu, kau hanya perlu berlari. Sekencang-kencangnya. Tujuanmu adalah pergi ke sana, untuk menyelesaikan masalahmu. Kau tak perlu mengindahkan ketakutanmu. Kau hanya perlu berlari. Tapi ingat, jangan sampai tertabrak.”

Kami terkekeh.

“Aku akan kembali besok. Di waktu yang sama. Bisakah kau hadir?”

Aku mengernyit. “Tentu. Aku ada di sini tiap sore untuk berlatih. Tapi untuk apa?”

“Datang saja. Aku mengharapkan kehadiranmu.”

Gadis itu memelukku. Cepat sekali, hingga aku baru menyadari bahwa ia tengah merengkuhku saat harum rambut coklatnya masuk ke indera penciumanku, sekaligus merasakan lembutnya kulit Arin. Tinggi gadis itu ternyata hanya sepantar daguku.

“Kau baik sekali. Aku tak tahu harus berkata apa sebagai ucapan terima kasih.”

“Kau hanya perlu selesaikan masalahmu. Agar kau bisa benar-benar lari dari masalahmu, tanpa meninggalkan beban apapun. Karena, lari dengan beban akan memperlambat lajumu. Kalau dibiarkan, kau tak akan bertumbuh. Kau hanya akan menjadi kau saat ini. Bukan kau yang dewasa, atau lainnya.”

Aku melepaskan pelukan gadis itu dan menatapnya sambil tersenyum. Ia tertawa kecil sambil mengikuti saranku, yaitu berlari. Gaun putih yang dikenakannya melambai-lambai, seolah mengucapkan selamat tinggal. Kakinya yang tak beralas menapaki tanah berumput dengan bebas, seolah tak terganggu. Tawanya berderai, entah bagaimana menghipnotisku untuk sejenak. Rambutnya tertiup angin, kesana kemari, seperti rumput di kanan-kirinya yang menari senada ritme alam.

Aku tersenyum kecil, lalu ikut berlari dengannya, walau dengan arah yang berlawanan.

*

Aku berada di sini, lagi. Untuk menepati janjiku pada Arin.

Benar saja, saat aku mencoba pergi ke sisi dimana aku menemui Arin, dia ada disana. Di sampingnya, ada seorang lelaki, yang kuperkirakan berusia 40 tahun ke atas. Wajah lelaki itu sedikit menyiratkan wajah Arin, yang membuatku yakin kalau lelaki ini adalah ayah dari Arin. Bibir gadis itu mendekati telinga ayahnya, entah apa yang dibisikannya. Kemudian, pria itu berjalan mendekatiku.

“Terima kasih banyak, Dino. Karenamu, Arin putriku, akhirnya mau pulang. Sudah dua hari dia menghilang tanpa kabar. Itu semua karena kebodohanku. Tapi karenamu, Arin bersedia kembali. Terima kasih banyak Dino, terima kasih.”

Aku terkesima mendengar kata-kata ayah Arin. Juga saat melihat gadis itu sendiri. Kali ini, pakaian gadis itu tidak sesederhana sebelumnya. Dia memakai gaun merah muda yang dihiasi renda biru di bagian roknya dan renda putih di sekeliling lehernya. Bandana putih dan sepatu birunya, juga rambut coklatnya yang berayun, membuatku terhipnotis. Sedikit membuatku malu, karena yang kukenakan saat ini hanya celana jins biru, kaus putih, dan jaket hitam.

“Apa yang kau katakan pada putriku, hingga dia mau pulang?” tanya pria itu, penasaran.

Aku tersenyum sambil menatap pria itu, lalu beralih pada Arin. “Tidak banyak. Aku hanya mengajarkannya sesuatu tentang berlari.”

Sedangkan Arin hanya tersenyum penuh arti.

***

Akhirnya night debut, gaes ><

And, whoa! 99liner of oh my svt a.k.a norin! /ngasal bikin nama ship, maafin night u,u/
Kolom author’s note adalah tempat favoritnya night buat blabber ga jelas >< jadi kalo mau diskip juga gapapa
Asal jangan diskip aja kolom komentarnya [baca: jangan lupa tinggalkan jejak!]
dan, karena mereka masih bocah, skinship-nya cukup sampe pelukan aja EHEHE

Makasih udah mampir. Laf yu pul, readerdeul :*

Author: yournightskies

ubah niat baik menjadi aksi baik.

17 thoughts on “[Ficlet] Lari

  1. Wah, pesan moralnya dapet ini. Lumrah aja kalo mau lari dari masalah buat sementara, tapi jangan lupa balik buat membenahi.
    betewe si arin nangis aja merdu ya. aku kalo nangis bunyinya kayak persilangan bengek sama ngeden itu kenapa ya (komentar macam apa ini)
    Nice fic, Night ^^

    Like

    • inilah yg membanggakan dari dino, biar masih bocah udah bs nasihatin orang :’) nuna bangga sm kamu dek /ga
      ntar kubilangin arin buat ngajarin eci gmn caranya nangis merdu ^*^

      makasiiiih udah suka>< maafin balesan komen dariku yg entah apa jenisnya ini u,u

      Like

  2. Dinoo x ariiin 😆 sumpah mereka lucu banget kalo di ship begini 😍
    Nice fic ~

    Like

    • haiii jella^^
      sebenernya aku nyaris ngepair arin sm jungkook pada awalnya, lalu aku teringat akan si dedek dino yg ga kalah gemesin, dan pam-pa-ra! jadilah dino x arin! /halah/
      makasih udah ninggalin jejak :’3

      Like

  3. Reblogged this on as clear as summer night and commented:
    very first omg fic><

    Like

  4. Night, aku mau nanya dong. Jadi, si Arin ini punya masalah apa sih sampe kabur dari rumah??
    Btw, aku suka pairingnya nih… Arin biasku di OMG tapi kadang2 suka berubah2.
    Ditunggu ff OMG nya lagi ya, Night ~

    Like

    • di versi aslinya, dia kabur krn ortunya berantem terus 😦 tapi kuapus aja supaya fokus pembaca lebih ke amanat yg ingin disampaikan dino /halah night…/
      kak kita kok sama u,u aku masih bingung milih bias di OMG. pertama sukanya jiho, tp skrg kesengsem sm arin><
      makasih kak imei mau baca ff debutku di omgfi^^

      Like

  5. ada dino-arin!!

    jadi pengen ngepost yang itu…

    naiseu neiseeuuu

    Like

  6. entah kenapa bawaanya pen ngakak 😂
    😂 liat judulnya jadi keinget kejadian pas cupid di kejar anjing dulu /? 😂 /ndak nyambung pid -,-

    Dino x Arin? Entah kenapa aku setujunya Arin ama dedek Jeno 😂😂

    Bu malem/? ditunggu karyanya yang lain yaaaa~

    Like

    • eh… subtitlenya kan ‘berhentilah lari dari masalahmu’, berarti harusnya pas kamu dikejar anjing, kamunya jgn lari dong ‘-‘ [jangan didengerin, night lagi rada miring krn besok masih ujian tp sempet2nya buka wp]
      jeno itu… anak mana ya’-‘ aku ship dia sm dino karena gatau lg mau ama siapa T.T
      pipid(???) makasih udah suka dan nunggu ff2ku yg lainnya><

      Like

      • kalo berhenti ntar di gigit gimana dong night? –” :”v

        jeno itu anak NCT ‘-‘ 00L, satu tahun lebih muda dari arin e.e

        sama² night ‘-‘)/ sukses ya ujiannya~

        Like

      • makanya jgn mau dengerin night, dia kadang suka nyesatin orang /no
        aduh aku blm sanggup jdiin arin sbg nuna >< dino aja hrs manggil aku nuna /night, kok…
        sukses juga buat cupid^^

        Like

  7. DUH FF NYA KEREEEN.
    Ada pesan moralnya(?), ada kata-kata motivasinya, ada juga interaction yg cute-nya. Lengkap sudaahh :”3
    Itu si Arin putri kerajaan ya, atau gimana? Soalnya dia pake gaun2 gitu, jadi ngebayangin putri kerajaan/?..
    Trus masih agak bingung kenapa dia kabur dari rumahnya(?)
    Tp karena ini ficlet, jdnya gak kamu jelasin panjang lebar ya
    So far, udah bagusssssss
    As usual, I couldn’t say anything except YOUR WORK IS AMAZING~~~ hohoho
    Anyway congrats on your debut!!! Yeaaaayyyy finally uri night-nim is now a permanent(?) authorㅋㅋㅋㅋㅋㅋ 축하합니당!!
    Keep up your good work author-nim!
    Looking forward to the next ff of yours ;))

    Liked by 1 person

    • halooo eunsi^^ terima kasih sblmnya mehehe
      emm, she’s an actual princess, doesn’t she> sengaja tak kujelaskan krn pengen fokus ke pesan moral dari dek dino-ku /dicubit arin/
      thank you so much, eunsi> 그래서, 감사합니당~
      thank you once more!

      Like

Miracle, leave a comment pls^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: